Kaspersky Sebut Lebih dari 1 Juta Akun Bank Dibobol
Redaksi
30 April 2026 09:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laporan perusahaan keamaan siber Kaspersky mengungkap bahwa lebih dari 1 juta akun perbankan online berhasil diretas sepanjang 2025. Cara yang digunakan pelaku kini makin sederhana dan tidak lagi rumit seperti dulu.
Kaspersky menyebut pelaku kejahatan siber sekarang ini sering mencuri username dan data login [biasa berupa password ], bukan lagi membobol sistem bank secara langsung. Cara ini dinilai mudah dan bisa dilakukan dalam skala besar.
Pencurian data menggunakan malware jenis infostealer, yakni pemrograman yang dicancang memiliki kemampuan menyusup dan mengambil informasi dari perangkat korban, seperti data login, kartu bank, hingga akun digital lain. Setelah itu, data biasanya dijual di dark web.
Kaspersky lantas mencatat, serangan dengan metode ini meningkat tajam. Banyak pengguna tanpa sadar menjadi korban karena mengunduh aplikasi sembarangan, mengklik link phishing, atau memakai password yang sama di banyak akun.
"Dark web telah menjadi pusat utama kejahatan siber finansial. Kredensial dan kartu perbankan yang dicuri dikumpulkan, dikemas ulang, dan dijual di sana,” kata Polina Tretyak, analis Kaspersky Digital Footprint Intelligence, dikutip Kamis (30/4/2026).






























