Alhasil laba kotor tercatat sebesar US$636,63 juta atau setara Rp10,61 triliun. Laba ini turun 27,16% dibandingkan dengan 2024 yang sebesar US$873,99 juta.
Di posisi neraca keuangan, ADRO membukukan total liabilitas sebesar US$1,81 miliar. Posisi ini naik dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar US$1,33 miliar akibat adanya penambahan dalam pos utang bank dan beban yang masih harus dibayar.
Sementara itu, total aset tercatat sebesar US$6,81 miliar dengan ekuitas yang mencapai sebesar US$5 miliar.
(dhf)
No more pages































