Logo Bloomberg Technoz

BYAN hingga BRMS Turut Jadi Pemberat Utama IHSG

Redaksi
09 March 2026 07:26

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan lalu, Jumat (7/3/2026), turun signifikan.

IHSG menutup perdagangan sore hari dengan penurunan 124,85 poin atau setara 1,62% ke level 7.585,69. Di balik penurunan ini, sejumlah saham menjadi pemberat utama atau laggard.

Berikut sepuluh saham laggard terbesar, berdasarkan data BEI.

  • BBRI mengurangi bobot IHSG 12,58 poin
  • BMRI mengurangi bobot IHSG 11,26 poin
  • BYAN mengurangi bobot IHSG 9,97 poin
  • BBCA mengurangi bobot IHSG 9,47 poin
  • BRMS mengurangi bobot IHSG 8,21 poin
  • ASII mengurangi bobot IHSG 8,19 poin
  • TLKM mengurangi bobot IHSG 7,36 poin
  • ENRG mengurangi bobot IHSG 6,92 poin
  • FILM mengurangi bobot IHSG 6,22 poin
  • AMMN mengurangi bobot IHSG 5,31 poin

Jika ditarik data sejak awal perdagangan, IHSG sejatinya sempat jatuh lebih dalam pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Indeks sempat jatuh lebih dari 2% ke level 7.500, yang juga menjadi level terendah sepanjang perdagangan di periode tersebut.