Wall Street memperkirakan anggaran invesatsi unit cloud untuk pusat data akan membuat arus kas Oracle menjadi negatif dalam beberapa tahun ke depan sebelum pengeluaran tersebut mulai membuahkan hasil pada 2030, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Bulan lalu, Oracle mengatakan akan mengumpulkan hingga US$50 miliar tahun ini melalui kombinasi penjualan utang dan ekuitas.
PHK karyawan yang direncanakan diperkirakan akan lebih luas daripada pemotongan pekerjaan bertahap yang biasa dilakukan perusahaan, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut. Pekan ini, Oracle mengumumkan secara internal bahwa mereka akan meninjau banyak lowongan pekerjaan yang terbuka di divisi cloud-nya, yang secara efektif memperlambat atau menghentikan proses perekrutan, menurut sumber yang mengetahui langkah tersebut.
Oracle menolak berkomentar. Dalam catatan, perusahaan tersebut memiliki sekitar 162.000 karyawan secara global per akhir Mei 2025. Rencana pemangkasan tenaga kerja masih aktif dan dapat berubah, diyakini para sumber.
Langkah awal Oracle sebagai penyedia layanan cloud AI mendapat sambutan positif dari investor, yang mendorong kenaikan saham sebesar 61% pada 2024 dan 20% tahun lalu. Namun, seiring meningkatnya biaya, pasar mulai kehilangan kepercayaan kepada perusahaan, dengan sahamnya turun 54% dari level tertinggi September 2025 hingga penutupan perdagangan Rabu.
Setelah laporan tersebut, saham pada Kamis mengembalikan kenaikan sebelumnya, turun hingga 1,5% menjadi US$150,12.
Tingginya investasi awal untuk AI telah memicu pemotongan di seluruh industri teknologi saat perusahaan berusaha menyeimbangkan anggaran mereka. Microsoft pangkas sekitar 15.000 karyawan tahun lalu di tengah peningkatan pengeluaran untuk pusat data dan pengembangan software AI. Pekan lalu, Block Inc. mengumumkan akan mem-PHK hampir setengah dari total karyawannya, dengan pendiri bersama Jack Dorsey menyebut kekuatan AI dalam meningkatkan efisiensi.
Pada bulan September, Oracle mengumumkan dalam sebuah pengajuan bahwa mereka berencana melakukan restrukturisasi terbesar dalam sejarahnya, yang diperkirakan akan menelan biaya hingga US$1,6 miliar pada tahun fiskal saat ini yang berakhir pada bulan Mei, termasuk pembayaran pesangon bagi karyawan yang keluar.
Jumlah yang disebut di atas jauh lebih besar dibandingkan dengan rencana serupa lain dimana Oracle sempat sampaikan. Perusahaan dijadwalkan akan mengumumkan hasil keuangan kuartal ketiga tahun fiskalnya pada hari Selasa.
(bbn)






























