PHK 30 Ribu Staf Oracle Jadi Alarm AI Gantikan Pekerjaan Manusia?
Merinda Faradianti
06 April 2026 08:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Raksasa teknologi Oracle Corporation mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang berpotensi berdampak pada 30.000 karyawannya secara global. Dilaporkan Independent, dikutip Senin (6/4/2026), langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari perubahan organisasi. Tak hanya itu, perusahaan juga upaya mengalihkan anggaran miliaran dolar ke pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Pemberitahuan pemecatan tersebut dikirimkan melalui email pada Selasa pagi waktu setempat kepada karyawan di Kanada, India, Meksiko, dan Amerika Serikat. Perusahaan beralasan restrukturisasi sebagai alasan utama, sementara efisiensi biaya diperkirakan mencapai US$8 miliar hingga US$10 miliar untuk mendanai proyek AI, termasuk pembangunan pusat data.
Di Amerika Serikat, dokumen resmi menunjukkan dampak signifikan pada tenaga kerja teknologi. Sekitar 491 karyawan yang bekerja dari jarak jauh di dua lokasi Oracle di Seattle dan Washington, akan diberhentikan pada bulan Juni.
Selain itu, posisi yang terdampak didominasi pekerja kerah putih. Diantaranya, 270 pengembang perangkat lunak, 46 manajer pengembangan perangkat lunak, direktur dan wakil, 40 manajer program dan 30 manager produk.
PHK juga terjadi di Kansas City, Missouri, dengan 539 karyawan dijadwalkan terdampak pada akhir Mei hingga awal Juni. Pekerja yang terkena meliputi pengembang perangkat lunak, analis sistem, manager program, hingga tenaga penjualan dan konsultasi.































