Logo Bloomberg Technoz

Dalam peninjauan tersebut, Menkopolkam melihat langsung perkembangan proyek RDMP Balikpapan. Proyek ini merupakan salah satu penguatan kapasitas kilang terbesar di Indonesia.

RDMP Balikpapan dirancang meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260 ribu barrel per hari menjadi 360 ribu barrel per hari. Selain itu, kompleksitas kilang juga ditingkatkan agar mampu menghasilkan produk energi dengan kualitas lebih tinggi dan bernilai tambah.

“Kedatangan saya ke sini untuk meninjau seberapa jauh operasional Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sebagai bagian dari urat nadi ketahanan energi nasional,” tuturnya.

Pengamanan Objek Vital Nasional

(Dok. Pertamina Patra Niaga)

Selain aspek teknis dan kapasitas produksi, pengamanan proyek juga menjadi perhatian utama. RDMP Balikpapan termasuk kategori objek vital nasional yang harus dijaga secara optimal.

Menkopolkam menegaskan bahwa penguatan kapasitas energi harus berjalan seiring dengan sistem keamanan yang kuat. Sinergi seluruh pihak diperlukan untuk memastikan proyek berjalan tanpa gangguan.

“PSN RDMP Balikpapan ini harus dijaga sebaik mungkin bersama oleh seluruh pihak terkait. Pangdam dan Kapolda agar terus memelihara dan meningkatkan keamanan wilayah. Jalur laut juga perlu dijaga ketertibannya sehingga tidak terjadi kejadian atau kecelakaan yang dapat merusak jalur pipa minyak,” jelasnya.

Pengamanan jalur distribusi, termasuk jalur laut dan pipa minyak, menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional. Gangguan kecil sekalipun dapat berdampak pada pasokan energi nasional.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyoroti pentingnya cadangan energi nasional. Ia menilai Indonesia perlu segera memperkuat cadangan strategis untuk menghadapi situasi darurat.

“Saat ini ketahanan BBM nasional sekitar 20 hari. Kita belum memiliki cadangan energi nasional, yang ada saat ini masih berupa cadangan operasional. Oleh karena itu perlu segera ada upaya untuk mewujudkan cadangan energi nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, percepatan penguatan infrastruktur pengolahan dan sistem pendukung energi menjadi urgensi mutlak. Penyelesaian proyek strategis seperti RDMP Balikpapan dinilai berperan besar dalam upaya tersebut.

Dari sisi operasional, Vice President Legal and Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan Asep Sulaeman menyampaikan bahwa pembangunan proyek telah memasuki tahap persiapan operasional sejumlah unit utama.

Tahapan ini menandakan proyek semakin mendekati fase operasional penuh. Dukungan pemerintah pusat dan daerah dinilai memberikan dorongan moral sekaligus penguatan koordinasi lintas sektor.

“Kunjungan Menkopolkam RI bersama Gubernur, Wakapolda Kalimantan Timur dan Pangdam VI/Mulawarman menjadi dukungan penting bagi kami dalam memastikan operasional RDMP Balikpapan berjalan aman, andal, dan optimal. Melalui sinergi ini, RDMP Balikpapan diharapkan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pengolahan energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia,” pungkasnya.

RDMP Balikpapan diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat kemandirian energi nasional. Peningkatan kapasitas dan kualitas produksi akan mengurangi ketergantungan pada impor produk energi.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta TNI dan Polri menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan proyek. Kolaborasi ini memastikan aspek teknis, keamanan, dan tata kelola berjalan beriringan.

Di tengah tantangan global yang terus berkembang, penguatan kilang domestik menjadi strategi jangka panjang. RDMP Balikpapan diproyeksikan berperan besar dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Dengan kesiapan operasional yang terus dimatangkan, proyek ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan energi masyarakat. Terutama menjelang Idulfitri, ketika mobilitas dan aktivitas ekonomi meningkat signifikan.

Pemerintah optimistis, melalui proyek strategis nasional ini, ketahanan energi Indonesia akan semakin kokoh. RDMP Balikpapan menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan energi bangsa.

(tim)

No more pages