Di posisi berikutnya terdapat PT Energia Prima Nusantara yang menguasai 777.487.893 saham atau sekitar 26,55%.
Selanjutnya, PT Bina Pertiwi Energi yang juga merupakan anak usaha EPN tercatat memiliki 144.686.000 saham atau setara 4,94%, disusul Grup Lippo melalui PT Star Pacific Tbk (LPLI) dengan kepemilikan 103.503.400 saham atau sekitar 3,53%.
Investor lainnya PT Prospera Kapital Investama dengan kepemilikan 55.500.000 saham atau setara 1,90%, serta PT Tata Tirta Datun yang menggenggam 47.301.100 saham atau sekitar 1,62%.
Sementara itu, investor asing Acei Singapore Holdings Private Ltd. tercatat memiliki 31.473.432 saham atau setara sekitar 1,07% dari total saham beredar perusahaan.
Di lantai Bursa sendiri, saham ARKO tercatat telah naik lebih dari 350% dalam enam bulan perdagangan. Saat ini saham berada di harga Rp6.400/saham atau naik 4,07% dibandingkan dengan perdagangan kemarin.
Secara year to date, saham portofolio Grup Astra ini telah terapresiasi hingga 7,56%. Adapun ARKO sempat menyentuh level tertinggi intraday yaitu Rp13.000/saham.
ARKO sendiri baru resmi tercatat di BEI pada 8 Juli 2022 lalu dengan menawarkan saham seharga Rp300.
Dalam hajatan besar itu, ARKO menunjuk 2 sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Lotus Andalan Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
(art/naw)





























