"Dugaan manipulasi laporan dan informasi tersebut diduga melibatkan pihak sekuritas [MASI]," kata Ismail.
Selain penggeledahan, OJK telah melakukan pemeriksaan terhadap 25 orang saksi, yang berasal dari pihak PT MASI, PT BEBS, pihak perbankan, pihak nominee, serta pihak-pihak lain yang terkait. OJK juga membuka potensi untuk mengusut MASI sebagai korporasi yang terlibat dalam tindak pidana.
"Berdasarkan hasil penyidikan kami terhadap PT yang bersangkutan, ini korporasinya masih terlibat," kata Penyidik Utama OJK Daniel Bolly.
Akan tetapi, Analis Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto membantah adanya penggeledahan oleh kepolisian dan OJK. "Tidak benar," kata dia saat dihubungi Bloomberg Technoz.
(art/frg)
No more pages





























