Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, produksi dari produsen non-China diproyeksikan akan meningkat lebih dari empat kali lipat. Para produsen, seperti MP Materials Corp dan Lynas Rare Earths Ltd, kemungkinan akan meningkatkan produksi berkat sejumlah dana publik dari pemerintah, termasuk pemerintahan Trump.

Namun, "kekurangan akan tetap terjadi meski produsen logam tanah jarang publik dan swasta siap menarik dana publik senilai US$10 miliar pada tahun 2026 saja melalui suntikan modal pemerintah, perbaikan ekonomi tambang, dan perizinan yang dipercepat," tulis analis Jack Baxter dan Richard Bourke. 

Laporan tersebut memprediksi bahwa dominasi China atas industri logam tanah jarang akan menurun pada 2030. Pangsa pasar negara tersebut untuk neodymium-praseodymium (NdPr)—unsur tanah jarang penting yang digunakan dalam magnet berdaya tinggi—diperkirakan akan turun sebesar 21 poin persentase.

BI menyebut bahwa pertumbuhan di luar China, yang diperkirakan akan meningkatkan pasokan NdPr sebesar 41% hingga 2030, sebagian besar akan didorong oleh operasi pertambangan di Amerika Utara dan Australia, seperti aset yang dimiliki oleh MP Materials dan Lynas.

Namun, laporan tersebut mencatat bahwa sebagian besar produksi baru di luar China sudah terikat kontrak, sehingga membatasi fleksibilitas di pasar dan memperkuat kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan.

(bbn)

No more pages