Sementara itu, sebanyak 184 zona musim Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada Mei 2026, meliputi: sebagian Sumatra, Jawa bagian barat, sebagian kecil Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Bali, sebagian kecil NTB, Kalimantan bagian selatan, sebagian kecil Sulawesi, sebagian kecil Maluku dan sebagian pulau Papua.
Selanjutnya, sebanyak 163 zona musim atau 23,3% dari zona musim mulai memasuki musim kemarau pada Juni 2026 , meliputi: Sumatra, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan sebagian kecil Papua.
“Awal musim kemarau diprediksi maju, 46,5% dari zona musim, sama dengan kondisi normal 24,7% dan mundur 10,3% dari zona musim,”
Wilayah yang maju
Wilayah Indonesia yang musim kemarau-nya diprediksi maju yaitu sebagian Aceh, sebagian Sumatra Utara, sebagian kecil Sumatra Barat, sebagian Riau, sebagian Kep. Riau, Bengkulu bagian utara dan selatan, sebagian besar Jambi, sebagian besar Sumatra Selatan, sebagian besar Kep. Bangka Belitung, Lampung bagian timur dan selatan, sebagian besar Banten, DKI Jakarta, sebagian besar Jawa Barat, Jawa Tengah bagian barat dan utara, sebagian DI Yogyakarta, sebagian Jawa Timur, sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian NTT, Kalimantan bagian Selatan, Kalimantan Timur, Utara dan Tengah, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara dan Selatan, sebagian besar Maluku, Papua Barat daya bagian Utara, Papua Barat bagian selatan, Papua bagian timur, sebagian Papua Pegunungan dan Papua selatan bagian selatan.
“Secara umum musim kemarau 2026 kami prediksikan di bawah normal atau lebih kering dari biasanya dan normal yaitu sebanyak 451 zona musim atau 64,5%, dan 245 zona musim atau 35% itu dalam kondisi normal. Ada sedikit zona musim atau 3% diprediksi akan lebih basah,” tambah Ardhasena.
Wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami kondisi di atas normal: Gorontalo bagian utara dan selatan, sebagian kecil Sulawesi Tenggara.
Wilayah yang diprediksi mengalami kondisi di bawah normal: Aceh, sebagian Sumatra Utara, sebagian Riau, sebagian Kep. Riau, sebagian Sumatra Barat, sebagian besar Sumatra Selatan, sebagian Bengkulu, sebagian Lampung, sebagian Pulau Jawa, sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian NTT, Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Tengah, Gorontalo bagian tengah, sebagian besar Sulawesi Utara, sebagian besar Maluku, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Papua Barat Daya, sebagian Papua Barat, sebagian Papua, sebagian Papua Tengah, sebagian Papua Pegunungan, dan sebagian Papua Selatan.
(spt)































