Perbedaan El Nino-Musim Kemarau Serta Dampak & Waktunya
Referensi
04 May 2026 12:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa musim kemarau pada tahun 2026 akan berlangsung lebih kering dan memiliki durasi lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Situasi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat di Indonesia.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan munculnya fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada periode yang sama. Kombinasi antara musim kemarau dan El Nino dinilai dapat meningkatkan risiko cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Meski sering dianggap serupa karena sama-sama menyebabkan cuaca panas dan minim hujan, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau dan El Nino merupakan dua fenomena yang berbeda baik dari sisi penyebab maupun karakteristiknya.
Perbedaan Musim Kemarau dan El Nino Menurut BMKG
Untuk memahami kondisi cuaca 2026, BMKG menjelaskan sejumlah perbedaan mendasar antara musim kemarau dan El Nino sebagai berikut:
-
Musim kemarau adalah siklus tahunan
Fenomena ini terjadi secara rutin setiap tahun di Indonesia dan dipengaruhi oleh angin muson Australia yang membawa udara kering. -
El Nino adalah anomali iklim global
Fenomena ini tidak terjadi setiap tahun, melainkan setiap 3 hingga 7 tahun sekali akibat peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. -
Dampak musim kemarau masih dalam batas normal
Musim kemarau biasanya hanya menyebabkan berkurangnya curah hujan tanpa perubahan ekstrem yang signifikan. -
El Nino dapat memperparah kondisi kemarau
Jika terjadi bersamaan, El Nino dapat membuat suhu lebih panas dan hujan turun jauh lebih sedikit dari biasanya. -
BMKG menegaskan perbedaan karakteristik
Menurut BMKG, “Kemarau adalah musim yang pasti datang tiap tahun, sedangkan El Nino adalah variabilitas iklim antar tahunan yang dapat datang dan membuat kemarau menjadi lebih kering.”
Kapan Puncak Kemarau dan El Nino 2026 Terjadi
BMKG memproyeksikan bahwa kondisi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) yang saat ini berada dalam fase netral akan berkembang menjadi El Nino dengan intensitas moderat hingga kuat pada periode Mei hingga Juli 2026.





























