Logo Bloomberg Technoz

Melemahnya IHSG merupakan efek secara langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps.

Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (4/3/2026).

  1. Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 11,41 poin
  2. Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 9,35 poin
  3. Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 9,28 poin
  4. Bumi Resources Minerals (BRMS) mengurangi 8,24 poin
  5. Telkom Indonesia (TLKM) mengurangi 6,33 poin

Pelemahan Rupiah Bikin Berat IHSG

Investor juga gelisah terhadap pelemahan rupiah hari ini yang pagi ini menyentuh level Rp16.929/US$ di pasar spot berdasarkan data Bloomberg, yang terus menerus mendekati level Rp17.000/US$.

Kinerja rupiah yang amat melemah hingga kembali terpeleset menuju zona All Time Low (ATL), terjadi ketika dolar AS bergerak stabil di level 99,167, setelah menguat semalam di New York sampai–sampai sentuh di posisi 99,175.

Dalam intraday trading hari ini rupiah sempat menyentuh level terlemahnya di Rp16.929/US$, terlebih hingga menjadi yang terlemah di Asia pagi hari ini, tersengat sentimen kehati-hatian akan risiko perang antara AS–Iran yang terus meluas nyaring di pasar global.

Rupiah sepertinya terbebani sentimen gejolak pasar yang enggan mereda membuat mata uang di pasar Asia melemah dalam lima hari terakhir. Mengacu data Bloomberg, dalam lima hari perdagangan rupiah melemah sebesar 0,43% point-to-point.

Eskalasi konflik yang terjadi membuat pasar global menjadi lebih berhati–hati terhadap aset berisiko. Jika perang ini semakin menyebabkan harga minyak dunia melonjak tinggi dalam jangka panjang, maka risiko inflasi bisa meningkat karena biaya impor energi menjadi lebih mahal. 

Apalagi Indonesia tercatat menjadi salah negara pengimpor minyak mentah dan mengandalkan 25% pasokannya dari Timur Tengah yang sedang berkonflik. 

Imported inflation ini berisiko merembet ke berbagai sektor: mulai dari transportasi, logistik, hingga harga pangan. Dalam konteks ini, tekanan rupiah bisa menjadi lingkaran  yang dapat memperburuk keadaan, pelemahan kurs meningkatkan biaya impor, sementara kenaikan biaya impor akan semakin memperbesar tekanan inflasi.

(fad)

No more pages