Logo Bloomberg Technoz

Iran Vs AS-Israel yang Memanas Bakal Menekan Harga Aset Kripto

Merinda Faradianti
02 March 2026 12:15

Konflik Iran Vs AS-Israel Panas Bakal Menekan Harga Aset Kripto (Diolah)
Konflik Iran Vs AS-Israel Panas Bakal Menekan Harga Aset Kripto (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Platform perdagangan aset kripto atau crypto exchange lokal sepakat menyebut aset digital akan semakin berisiko mengalami penurunan, apalagi dengan hantaman isu terbaru yaitu perang yang memanas di Timur Tengah, melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel Vs Iran.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana mengatakan bahwa pada awal pekan bulan Maret 2026 ini pergerakan Bitcoin cenderung tertekan. Dalam periode waktu 24 jam terakhir, harga Bitcoin turun sekitar 2,32% ke level US$66.215. Hal ini sejalan dengan penurunan total kapitalisasi pasar kripto yang melemah ke level 2,26%.

“Pelemahan ini dipicu oleh sentimen risk-off global akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik AS-Iran,” kata Calvin saat dihubungi Bloomberg Technoz, Senin (2/3/2026).Alih-alih bergerak berkat katalis internal, Bitcoin kembali mengikuti tekanan pasar global.


Calvin menambahkan, dari sisi pasar derivatif dan volume transaksi, Tokocrypto mencatat terjadi pendinginan aktivitas. Di mana, open interest turun sekitar 5,26%, likuidasi Bitcoin juga tercatat merosot signifikan hingga volume perdagangan spot melemah lebih dari 13%.

“Penurunan ini bukan karena likuidasi besar, melainkan karena minimnya minat beli yang cukup kuat untuk menahan tekanan jual di tengah sentimen makro yang negatif,” sebut dia.