Kapasitas Produksi
Dia menyatakan hingga saat ini produsen bioetanol domestik dapat memasok 70.500 kiloliter (kl) bioetanol fuel grade setiap tahunnya.
Izmirta meyakini industri bioetanol dalam negeri dapat terus berkembang, seiring rencana pemerintah menerapkan mandatori campuran bioetanol dalam bensin hingga E20.
Lebih lanjut, dia juga menunggu kebijakan pemerintah terkait mandatori campuran bioetanol dalam bensin tersebut, utamanya apakah mandatori khusus diterapkan untuk sektor public service obligation (PSO) maupun non-PSO.
“Kita belum tahu kebijakannya seperti apa, apakah nasional atau regional dahulu, apakah PSO atau non-PSO dahulu, apakah all gasoline, dan sebagainya. Kita tunggu dahulu. Jika ekosistem bagus, maka akan banyak pabrik yang tadinya dormant untuk bangkit, revitalisasi termasuk pembangunan pabrik baru,” ujar dia,
“Perlahan akan tercipta pasar dan produsen yang continue mensuplai. Fokus kepada ekosistem dahulu,” tegasnya.
Sekadar catatan, Asosiasi Bahan Bakar Terbarukan (RFA) AS mengestimasikan permintaan bioetanol Indonesia mencapai 1 miliar galon atau setara 3,79 juta kiloliter (kl) ketika campuran bensin dengan bioetanol 10% atau E10 dimandatorikan secara nasional.
CEO RFA Geoff Cooper menyatakan kesepakatan dagang timbal balik atau agreement on reciprocal trade (ART) yang diteken AS–Indonesia turut membuka pintu ke pasar baru bagi produsen bioetanol AS.
Adapun, dalam dokumen resmi ART yang diteken kedua negara ditegaskan bahwa Indonesia diwajibkan tak memiliki kebijakan yang menghalangi impor bioetanol dari AS.
“Indonesia telah lama menjadi pasar prioritas bagi etanol AS, dengan potensi permintaan sekitar 1 miliar galon jika campuran etanol 10% digunakan secara nasional,” kata Cooper dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).
Terpisah, CEO Asosiasi Perdagangan Biofuel AS (Growth Energy) Emily Skor mengungkapkan kesepakatan dagang tersebut membuka peluang bagi produsen bioetanol AS mengekspor sekitar 900 juta galon atau 34.000 kl bioetanol ke Indonesia.
Besaran tersebut dikalkulasikan jika implementasi mandatori E10 diberlakukan secara nasional.
“Indonesia adalah negara dengan populasi keempat terbesar di dunia, dan adopsi campuran etanol 10% secara nasional dapat membuka pasar sebesar 900 juta galon bagi produsen dan petani Amerika,” kata Skor dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (25/2/2026).
Sekadar informasi, RI diwajibkan untuk tidak memiliki kebijakan yang menghalangi impor bioetanol asal AS, sebagai bagian dari kesepakatan tarif resiprokal antarkedua negara.
Dengan begitu, peluang impor bioetanol dari negeri Paman Sam kini makin terbuka lebar pada saat pemerintah berkeinginan untuk menerapkan mandatori bioetanol dalam beberapa tahun ke depan.
Hal tersebut tertuang dalam dokumen kesepakatan perundingan tarif resiprokal Indonesia dan AS, yang baru saja dirilis oleh White House di Washington D.C. pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
“Indonesia tidak akan mengadopsi atau mempertahankan kebijakan apapun yang menghalangi impor bioetanol dari Amerika Serikat,” tulis dokumen yang dirilis White House, Jumat (20/2/2026).
Kemudian, Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan campuran bioetanol dalam bensin tersebut hingga 20% atau E20.
Hal tersebut akan dilakukan mempertimbangkan ketersediaan pasokan dan kesiapan infrastruktur pendukung.
(azr/wdh)






























