Logo Bloomberg Technoz

Tekanan Belum Usai, Rupiah Lanjut Melemah

Tim Riset Bloomberg Technoz
03 June 2026 09:24

Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/US$. Tak berselang lama rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/US$. 

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) sedikit berubah 0,04% dan bertahan di level tinggi 99,25, sementara harga minyak Brent kembali menguat 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada 09:05 WIB. 

Kenaikan harga minyak mentah membuat sebagian mata uang kawasan Asia melemah. Rupiah menempati posisi terdepan dalam pelemahan, disusul Malaysia, yuan offshore, dan yuan China, serta peso Filipina.


Sedangkan, dolar Taiwan, yen Jepang, dolar Singapura dan Hong Kong tercatat menguat meski terbatas. 

Pergerakan rupiah dan mata uang kawasan. (Bloomberg)

Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/US$.