Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan laporan per Sabtu (28/02/2026) pukul 21.00 WIB, sebanyak delapan penerbangan internasional mengalami pembatalan atau penundaan di tiga bandara utama; Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, dan Kualanamu.

Ditjen Imigrasi mencatat kondisi tersebut berdampak terhadap 2.228 penumpang, yang terdiri dari 1.644 WNA dan 584 Warga Negara Indonesia (WNI). 

Lebih lanjut, Ditjen Imigrasi telah menginstruksikan jajaran petugas di bandara untuk merespon situasi terkini penerbangan dengan sejumlah langkah-langkah.

Antara lain; menyesuaikan penempatan personel pada area kedatangan dan keberangkatan internasional sesuai dinamika penerbangan, kooordinasi intensif dengan otoritas bandara, maskapai, dan instansi terkait untuk menyikapi perubahan jadwal, perubahan rute dan pembatalan penerbangan.

Serta, melakukan pemantauan perkembangan penerbangan secara berkelanjutan melalui kanal resmi dan sumber data penerbangan yang kredibel.

“Kami mengimbau penumpang internasional, khususnya rute yang terdampak transit kawasan Timur Tengah, untuk selalu mengecek status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai dan segera berkoordinasi dengan pihak maskapai maupun petugas bandara apabila membutuhkan pendampingan keimigrasian,” papar Yuldi.

Sekadar catatan, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia melalui Unit PIA Wilayah Jakarta menerbitkan NOTAM (Notice to Air Missions) terkait aktivitas wilayah udara di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan dokumen Middle East Airspace Activity yang dipublikasikan sejumlah Flight Information Region (FIR) dilaporkan ditutup maupun mengalami pembatasan layanan.

Di wilayah Tehran FIR (OIIX), NOTAM A0717/26 menyatakan FIR ditutup hingga 1 Maret 2026 pukul 08.30 UTC estimasi. Selain itu, melalui NOTAM A0716/26, disampaikan peringatan kepada seluruh penerbangan bahwa area konflik dapat meluas ke laut lepas di Teluk Persia dan Laut Oman dalam wilayah Tehran FIR karena alasan keamanan.

Untuk Kabul FIR (OAKX), melalui NOTAM G0109/26 disebutkan penerbangan dapat dikenakan penundaan sebelum memasuki wilayah tersebut guna memastikan jarak longitudinal 15 menit dengan lalu lintas sebelumnya pada level yang sama. Sementara itu, NOTAM G0108/26 menyatakan layanan ATS tidak tersedia di Kabul FIR.

Di Tel-Aviv FIR (LLLL), NOTAM A0195/26 menyebutkan wilayah tersebut ditutup untuk seluruh penerbangan, kecuali penerbangan sipil kedatangan dan keberangkatan dengan persetujuan sebelumnya dari kantor NOTAM, serta penerbangan militer dengan persetujuan otoritas terkait. Selain itu, rute ATS J10 antara NALSO dan TOMAL ditutup berdasarkan NOTAM A0204/26.

Pada Emirates FIR (OMAE), sejumlah rute RNAV 1 ATS diberlakukan untuk keberangkatan dan kedatangan, termasuk rute Q601, Z889, Z868, Y725, dan T636 dengan ketentuan ketinggian tertentu. Selain itu, rute G783 antara TANSU dan VAVIM tersedia untuk arah timur (eastbound) saja.

Sementara itu, Doha FIR (OTDF) dinyatakan ditutup hingga 1 Maret 2026 pukul 04.30 UTC estimasi melalui NOTAM A0458/26.

Bahrain FIR (OBBB) ditutup karena alasan operasional hingga 28 Februari 2026 pukul 21.00 UTC estimasi berdasarkan NOTAM A0062/26. Adapun Kuwait FIR (OKAC) ditutup karena alasan operasional hingga 1 Maret 2026 pukul 04.30 UTC melalui NOTAM A0088/26.

(ain)

No more pages