Logo Bloomberg Technoz

“UAE sudah mengoperasikan sistem Patriot PAC-3; penambahan THAAD menjadikan negara tersebut sebagai operator salah satu kemampuan pertahanan udara dan rudal berlapis paling canggih di dunia,” jelas perusahaan yang bermarkas di Alabama, AS tersebut.

Teluk Persia Telah Menjadi Garis Depan dalam Serangan AS-Iran. (Bloomberg)

Ketertarikan UEA pada THAAD pada tahun 2007 melalui komunikasi antara Rudal (Missile Defense Agency) milik Negara Adikuasa tersebut. UEA mulai mengkhawatirkan atas “ancaman rudal balistik yang semakin berkembang dari musuh-musuh regional.”

Pertahanan rudal beberapa tahun setelahnya akhirnya Lockheed Martin penuhi setelah perusahaan memenangkan kontrak senilai US$286 juta dari Missile Defense Agency. 

Pada bagian lain, MIM-104 Patriot yang dikembangkan oleh Raytheon Company asal AS, menjadi sistem pertahanan lain Uni Emirat berikutnya. Fokusnya adalah mencegah serangan udara dengan ketinggian yang lebih rendah. Rudal yang dapat dikendalikan ini diketahui telah dikembangkan mulai tahun 1960.

Sebagai peralatan yang jadi andalan Angkatan Darat AS (US Army), MIM-104  juga telah banyak dipakai negara sekutu. Selain UEA, yang terbaru Rumania juga telah mendapat dukungan dari MIM-104 pada April 2025. Senjata ini diklaim mampu mendeteksi dan menangkal berbagai ancaman rudal balistik dan udara.

Menurut Kedutaan Besar AS untuk Rumania, sistem pertahanan yang telah diperbaharui ini “akan memperkuat kemampuan Rumania untuk mencegah agresi di wilayah Laut Hitam.”

Guncangan di Timur Tengah terjadi mendadak pada akhir pekan lalu, dipicu serangan AS dan Israel terhadap Iran dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas beberapa saat usai aksi.

(mef/wep)

No more pages