Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Tertekan Perang Timur Tengah, Pasar Tunggu Data Ekonomi

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 March 2026 09:25

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dan mayoritas mata uang Asia lainnya kembali keok di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, menyusul adanya perang terbuka di Timur Tengah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot menyusut 0,34% di level Rp16.828/US$, dan menempati posisi ketiga dalam pelemahan di pasar mata uang Asia hari ini. Tak berselang lama setelah dibuka, rupiah kembali susut menjadi 0,36% ke posisi Rp16.831/US$.  

Kembali menguatnya indeks dolar terhadap enam mata uang dunia, sebesar 0,19% ke 97,82 membuat mata uang Asia juga tak banyak berkutik. 


Penyusutan terdalam dipimpin oleh peso Filipina yang tergerus 0,61%, disusul dolar Taiwan 0,55%, lalu rupiah menyusut 0,34%, dan baht Thailand 0,30%. Begitu juga ringgit Malaysia menyusut 0,28%, yen Jepang dan dolar Singapura masing-masing susut 0,13%. Kemudian, yuan China susut 0,08% diikuti dengan yuan offshore-nya 0,05%. Hanya dolar Hong Kong yang menguat, itu pun tipis saja, 0,01%

Di tengah ketidakpastian geopolitik yang semakin memanas, aset safe haven kembali diburu dan membuat indeks dolar AS terangkat naik lagi sebesar 0,41% hampir kembali menyentu level 98-an.