Logo Bloomberg Technoz

JPMorgan Percaya Pasar Kripto Naik Asalkan Hal ini Terpenuhi

Redaksi
27 February 2026 08:58

Ilustrasi koin digital kripto Bitcoin, Ether dalam ekosistem cryptocurrencies. (Bloomberg)
Ilustrasi koin digital kripto Bitcoin, Ether dalam ekosistem cryptocurrencies. (Bloomberg)

Bloomberg, Pasar kripto mungkin akan mendapatkan dorongan yang signifikan pada paruh kedua tahun ini, menurut JPMorgan Chase & Co. Keyakinan tersebut hadir didasari jika para pembuat kebijakan AS menyetujui RUU struktur pasar yang komprehensif, walau sentimen pasar masih buruk, kata JPMorgan Chase & Co.

“Jika disetujui, undang-undang yang dimaksud akan mengubah struktur pasar dengan memberikan kejelasan regulasi, mengakhiri ‘regulasi melalui penegakan hukum,’ mendorong tokenisasi, dan memfasilitasi partisipasi institusional yang lebih besar,” kata bank tersebut dalam catatan risetnya.

The Clarity Act, yang telah disetujui oleh DPR AS, merupakan bagian dari upaya lebih luas di Kongres guna menciptakan kerangka regulasi komprehensif untuk aset digital. Rancangan undang-undang tersebut bergerak lebih lambat di Senat di tengah perselisihan, karena para legislator berupaya mengatasi ‘celah’ dalam Genius Act, yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump pada Juli. Langkah tersebut merupakan yang pertama menetapkan kerangka kerja federal untuk penerbitan stablecoin.


Salah satu poin krusial yakni, apakah platform perdagangan kripto seperti Coinbase Global Inc. boleh memberikan imbalan kepada pengguna yang menyimpan stablecoin, jenis token yang dirancang untuk mengikuti nilai dolar AS. Perbankan berargumen bahwa membiarkan perusahaan membayar imbal hasil atas simpanan stablecoin klien dapat menarik dana dari simpanan dengan imbal hasil lebih rendah dan menimbulkan risiko bagi stabilitas keuangan.

CEO Coinbase, Brian Armstrong, pada awal tahun ini menarik dukungannya terhadap RUU tersebut. Coinbase, perusahaan kripto lainnya, kelompok perdagangan, dan industri perbankan sejak itu telah mengadakan beberapa pertemuan di Gedung Putih guna berkompromi. Pekan sebelumnya, Armstrong mengatakan ada “jalan ke depan.”