Logo Bloomberg Technoz

Buntut Perang Iran, Margin Kilang Pertamina Rawan Ikut Tertekan

Dovana Hasiana
18 March 2026 09:40

(Dok. KPI)
(Dok. KPI)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kalangan pakar di sektor minyak dan gas (migas) menilai kilang milik PT Pertamina (Persero) berpotensi mengalami tekanan margin akibat konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang menaikkan harga minyak mentah.

Hal yang sama juga telah menimpa banyak kilang minyak lainnya di Asia.

Praktisi senior industri migas Hadi Ismoyo mendasari argumentasinya berdasarkan dua faktor. Pertama, perbedaan signifikan antara asumsi harga minyak sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar US$70/barel dengan rata-rata harga minyak saat ini di atas US$90/barel.


Perlu diketahui, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$95/barel, sementara Brent menetap di atas US$100/barel untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan kemarin.

“Artinya sudah naik 28%. Pengolahan produk berdasarkan Work Program and Budget [WP&B] adalah US$70/barel,” ujar Hadi saat dihubungi, Rabu (18/03/2026). 

Grafik harga minyak WTI. (Sumber: Bloomberg)