Logo Bloomberg Technoz

AIMS Campaign Dorong Disiplin Operasional di Kilang Plaju


(Dok. Pertamina Patra Niaga)
(Dok. Pertamina Patra Niaga)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat budaya keselamatan kerja dan keandalan operasional di lingkungan kilang melalui penguatan disiplin operasional dan peningkatan kinerja individu. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas produksi sekaligus memastikan seluruh proses pengolahan energi berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan.

Dalam industri pengolahan minyak dan gas, tingkat risiko operasional yang tinggi menuntut penerapan prosedur kerja yang ketat. Setiap aktivitas produksi harus dijalankan dengan penuh kewaspadaan dan kedisiplinan agar potensi insiden dapat dicegah sejak dini.

Konsistensi terhadap prosedur operasional tidak hanya menjadi kewajiban sistem perusahaan, tetapi juga tanggung jawab setiap pekerja di lapangan. Faktor manusia, teknologi, serta proses kerja yang terintegrasi menjadi penopang utama terciptanya operasional kilang yang aman dan efisien.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju menggelar kampanye internal bertajuk AIMS Campaign Series #12 dengan tema Operational Discipline & Human Performance. Program ini dirancang untuk memperkuat budaya Health, Safety, Security and Environment atau HSSE di lingkungan kerja.

Melalui kampanye ini, perusahaan mengingatkan seluruh pekerja bahwa keselamatan kerja tidak hanya bergantung pada sistem dan teknologi yang digunakan. Perilaku disiplin serta tanggung jawab individu dalam menjalankan pekerjaan juga memegang peran penting dalam menjaga keamanan operasional.

Kegiatan kampanye dilakukan melalui berbagai pendekatan komunikasi internal, termasuk penyampaian pesan keselamatan dalam forum safety briefing, media internal perusahaan, serta penguatan pesan visual di area operasional kilang.

Penguatan Budaya HSSE di Lingkungan Kerja

Program ini juga menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum memulai aktivitas kerja. Setiap pekerja diharapkan memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit agar mampu menjalankan tugas secara optimal dan aman.

Selain itu, pekerja juga didorong untuk selalu melakukan identifikasi potensi bahaya sebelum memulai pekerjaan. Proses ini menjadi langkah penting dalam mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.

Identifikasi risiko secara dini memungkinkan pekerja memahami potensi bahaya yang mungkin muncul selama proses kerja berlangsung. Dengan demikian, tindakan pencegahan dapat dilakukan secara tepat sebelum aktivitas dimulai.

Perusahaan juga menegaskan bahwa seluruh pekerjaan harus dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Kepatuhan terhadap standar operasional menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan kerja sekaligus meminimalkan kesalahan manusia.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, menegaskan bahwa penguatan budaya HSSE merupakan proses berkelanjutan yang memerlukan komitmen seluruh pekerja.

“Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dan lingkungan kerja. Melalui kampanye ini, kami ingin memastikan nilai disiplin, kepedulian, dan tanggung jawab terus menjadi budaya yang hidup dalam setiap aktivitas operasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keselamatan kerja tidak dapat dicapai hanya melalui kebijakan perusahaan semata. Keberhasilan penerapan sistem keselamatan juga bergantung pada kesadaran dan komitmen setiap individu yang terlibat dalam kegiatan operasional.

Menurutnya, budaya keselamatan harus terus dipupuk agar menjadi bagian dari kebiasaan kerja sehari-hari. Dengan demikian, setiap pekerja akan memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga diri sendiri maupun rekan kerja di lingkungan operasional.

Selain penguatan disiplin kerja, kampanye ini juga menyoroti pentingnya peningkatan human performance atau kinerja manusia dalam sistem operasional kilang. Pendekatan ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara manusia, teknologi, dan proses kerja.

Faktor manusia dalam operasional industri energi memiliki peran krusial. Oleh karena itu, perusahaan terus mendorong peningkatan kesadaran terhadap berbagai faktor yang dapat memengaruhi kinerja pekerja.

Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain kelelahan, kelengahan, hingga potensi pelanggaran prosedur kerja. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kesalahan yang berpotensi menimbulkan insiden operasional.

Dengan meningkatkan pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut, perusahaan berharap potensi risiko dapat ditekan sejak awal. Upaya ini sekaligus memperkuat sistem pencegahan insiden secara lebih menyeluruh.

Siti Fauzia menambahkan bahwa peningkatan human performance merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sistem kerja yang lebih aman dan efektif.

Pendekatan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis operasional, tetapi juga pada perilaku kerja yang disiplin serta kesadaran terhadap keselamatan.

Melalui integrasi antara manusia, proses, dan teknologi, perusahaan berupaya menciptakan sistem operasional yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai potensi risiko di industri pengolahan migas.

Penguatan budaya HSSE tersebut juga memiliki dampak langsung terhadap keberlanjutan operasional kilang. Dengan lingkungan kerja yang aman, kegiatan produksi dapat berjalan secara stabil dan konsisten.

Operasional kilang yang andal menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat. Kilang Plaju sendiri memiliki peran strategis dalam menopang kebutuhan energi di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Melalui penguatan disiplin operasional serta peningkatan kesadaran keselamatan kerja, Pertamina Patra Niaga berharap seluruh pekerja dapat menjalankan aktivitas operasional secara lebih aman dan bertanggung jawab.

Upaya ini sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan operasional kilang serta mendukung ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.

Dengan konsistensi penerapan budaya HSSE, perusahaan optimistis dapat terus menjaga keandalan operasional sekaligus memastikan proses pengolahan energi berjalan aman bagi pekerja, masyarakat, dan lingkungan sekitar.