Logo Bloomberg Technoz

"Saya kira kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF," ujar Sugiono.

Lebih lanjut, dia menegaskan pemilihan posisi Wakil Komandan ISF tak memiliki kaitan apakah negara yang ditunjuk memiliki hubungan diplomatik dengan Israel ataupun tidak.

Dia menyatakan pasukan ISF sudah ditegaskan memiliki tugas untuk menjaga perdamaian dengan menjaga situasi di Gaza.

Dalam kaitan itu, Sugiono juga memastikan Indonesia telah menyampaikan bahwa tidak akan melakukan operasi militer maupun demiliterisasi di Gaza.

Indonesia hanya akan menjaga situasi agar tetap kondusif dan baru akan melakukan tindakan lebih jika dalam kondisi terancam dan diharuskan membela diri.

"Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak, kemudian terlibat dalam upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana dan tentu saja ada hal-hal yang sifatnya merupakan rule of engagement yang bisa kita lakukan sebagai pasukan apabila kita diserang dalam rangka mempertahankan diri," ungkapnya.

"Tapi ini sekali lagi, keterlibatan Indonesia di ISF, kontribusi Indonesia, kontribusi pasukan Indonesia itu tidak untuk melakukan kegiatan demiliterisasi ataupun operasi militer," tegas Sugiono.

Sekadar informasi, Kepala Komandan ISF Mayor Jenderal Angkatan Darat AS Jasper Jeffers mengatakan Indonesia telah menerima tawaran sebagai Wakil Komandan ISF.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen mengirim 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza.

"Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan dan Indonesia telah menerima posisi wakil komandan ISF," ungkap Jeffers dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Indonesia juga menjadi salah satu dari lima negara pertama yang berkomitmen untuk mengirim pasukan ke ISF, bersama Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Sementara dua negara yang berkomitmen untuk melatih pasukan ialah Mesir dan Yordania.

"Melalui langkah-langkah awal ini, ISF akan membantu mewujudkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran dan perdamaian abadi di masa depan," beber Jeffers.

Dia juga menjelaskan ISF akan melakukan dua hal: menstabilkan lingkungan keamanan di Gaza dan memfasilitasi pemerintahan sipil sesuai dengan yang ditetapkan oleh Komite Nasional.

"Selama beberapa bulan terakhir, kami telah menempatkan tim ahli militer AS di lapangan yang mempersiapkan infrastruktur untuk ISF. Tim ini sudah beroperasi dari pusat operasi gabungan yang akan menjadi markas besar untuk seluruh pasukan ISF," ujarnya.

Kepala pasukan stabilisasi Gaza tersebut mengatakan bahwa pasukan pertama-tama akan dikerahkan ke daerah Rafah. Dalam jangka panjang, pihak berwenang berharap dapat mengerahkan 12.000 polisi dan 20.000 tentara.

(azr/ros)

No more pages