Anak Usaha ITMG Diduga Kena Pangkas Produksi Batu Bara hingga 90%
Azura Yumna Ramadani Purnama
12 February 2026 13:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mengungkapkan anak usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mengalami pemangkasan produksi batu bara mencapai 90% dari total target produksi yang diajukan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.
Dewan Pakar Perhapi Irwandy Arif menyatakan isu besaran pemangkasan tersebut muncul gegara rekomendasi produksi awal yang diterima ITMG melalui aplikasi MinerbaOne terpangkas hingga 90% dari yang diajukan.
Meskipun begitu, Guru Besar Teknik Pertambangan ITB tersebut menegaskan pemangkasan produksi yang terjadi pada anak usaha ITMG tersebut belum bersifat final, sebab RKAB 2026 komoditas batu bara masih belum terbit.
“Mengenai pemotongan RKAB belum ada yang resmi, misalnya perusahaan A atau perusahaan B, belum ada yang resmi, itu yang pertama. Kedua, bukan 40%—60%, tetapi ada yang kena [hingga] 90%. Ada anak perusahaan ITMG, tetapi ini kan belum resmi, artinya dari yang tadinya ada di laman Minerba jadi hilang kan,” kata Irwandy dalam lokakarya Perhapi, dikutip Kamis (12/2/2026).
Irwandy mengatakan jika perusahaan tersebut mengajukan target produksi sebesar 1 juta ton, maka produksi batu bara yang diterima dalam RKAB 2026 bisa anjlok menjadi 100.000 ton.






























