Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026
Pasar Lupa Saat Panik, Laba Emiten RI Mudah Tumbuh Double Digit
Recha Tiara Dermawan
12 February 2026 13:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gejolak pasar modal yang terjadi belakangan disebut berada di luar ekspektasi pelaku pasar. Namun, dari sisi fundamental ekonomi dan kinerja emiten, analis menilai tidak terdapat persoalan mendasar yang dapat mengganggu prospek jangka menengah hingga panjang.
Chairman of the Indonesian Association of Securities Analysts, David Sutyanto menyampaikan, dinamika yang terjadi lebih berkaitan dengan isu kepercayaan dan keterbukaan informasi, bukan karena pelemahan fundamental ekonomi domestik.
“Jadi kalau kita bicara pasar modal yang terjadi kemarin di luar ekspektasi. Masalah trust, keterbukaan, bukan masalah fundamental. Saya dan tim sempat menganalisis apakah ada impact fundamental, kami mendapati tidak ada isu besar di ekonomi kita. Turbulensi dari luar, Trump tariff, a lot of issue dari luar,” ujarnya di acara Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026).
Justru, dalam kondisi tersebut, koreksi harga saham membentuk ruang pertumbuhan berbasis fundamental. Terlebih, dari sisi pertumbuhan laba, David menilai emiten domestik memiliki kemampuan mencetak pertumbuhan double digit.
“Dalam hal growth, koreksi harga dibentuk pertumbuhan. Emiten kita untuk bikin pertumbuhan double digit mudah, apalagi 2026 komoditas bergerak masif. Kalau baik, IHSG kita baik, kita valuasi saham komoditas. Kita menemukan undervalue,” ujarnya.




























