Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Economic Outlook 2026

Purbaya Sebut Tak Ada Intervensi ke BI, Pede Kurs Rupiah Membaik

Pramesti Regita Cindy
12 February 2026 14:50

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan larinya modal dari pasar domestik ke luar negeri sehingga menyebabkan pelemahan rupiah, sebagai imbas penunjukan Thomas Djiwandono Deputi Gubernur Bank Indonesia. Anggapan pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, mengintervensi kebijakan moneter BI juga dibantah Purbaya.

“Masalah figures too early dan apakah [BI] disusupi pemerintah, jadi kita nggak bisa, kita nggak memutuskan,” jelas dia. Segala keputusan pengambil kebijakan moneter, terang Purbaya, juga bersifat collective kolegial.

Menyoal mengirim delegasi dalam Rapat Dewan Gubernur BI, Purbaya menekankan bahwa langkah ini justru sah karena diamanatkan dalam Undang-Undang. 


“Saya juga kirim orang ke RDG sebagai perwakilan pemerintah dan itu dijamin UU BI. Harusnya ini menjadi global practices. Jadi kenapa orang kaget,” jelas Bendahara Negara dalam Bloomberg Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Purbaya menambahkan, pekerjaan di Kementerian Keuangan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berjalan. Saat konsistensi kebijakan berjalan maka diharapkan merangsang pertumbuhan pasar modal, menumbuhkan kepercayaan pemodal lewat investasi langsung, sehingga mampu memperkuat posisi kurs rupiah.