Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026
Dorong Ekonomi Inklusif, Kredit UMKM Tak Boleh Kalah dari Pinjol
Redaksi
12 February 2026 15:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal, menyoroti masih sulitnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengakses pembiayaan formal perbankan. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya ketergantungan UMKM pada pinjaman online (pinjol) dengan bunga tinggi.
Menurut Fithra, banyak pelaku UMKM sebenarnya memiliki keinginan untuk berekspansi dan meningkatkan skala usahanya. Namun, ketika mengajukan pembiayaan ke perbankan, mereka kerap tidak lolos seleksi administrasi maupun penilaian kelayakan kredit.
“Mereka bukan tidak punya keinginan untuk ekspansi. Tapi ketika datang ke perbankan, baru masuk sistem sudah disuruh keluar. Akhirnya mereka ke pinjol,” ujarnya dalam dalam Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026).
Ia menilai, tren peningkatan pinjaman online tidak semata mencerminkan perilaku konsumtif, melainkan keterbatasan akses pembiayaan formal. Tingginya suku bunga pinjol kemudian membuat pelaku usaha rentan terjerat beban utang yang memberatkan operasional usaha.
Fithra menegaskan, arah pembangunan ekonomi ke depan seharusnya mengedepankan konsep inclusive economic ecosystem, yakni pertumbuhan yang mampu menyerap tenaga kerja dan memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat luas, termasuk UMKM.






























