Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026
Empat Mitos Pasar RI di Mata Asing
Artha Adventy
12 February 2026 11:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Senior Partner Wealth Management SMGC Capital, Mohit Mirpuri, memaparkan empat mitos yang kerap melekat pada pasar Indonesia di mata investor asing. Menurut dia, sejumlah persepsi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental pasar domestik.
Mitos pertama, kata Mohit, adalah anggapan bahwa Indonesia semata-mata merupakan pasar komoditas. Ia menilai pandangan itu kurang tepat karena struktur ekonomi Indonesia tidak hanya ditopang oleh sumber daya alam.
“Kita tahu bonus demografi di sini sangat kuat. Sebagian besar penduduk berada pada usia produktif. Bahkan sekitar 70% populasi berada dalam usia kerja. Usia median kita sekitar 30 tahun. Jadi, dari sisi demografi, kita masih jauh dari puncaknya,” kata Mohit dalam Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026).
Selain sektor komoditas seperti nikel, minyak sawit, batu bara, timah, bauksit, dan tembaga, di mana Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar dunia, ia menyebut sektor lain seperti jasa keuangan dan telekomunikasi juga menunjukkan kinerja yang solid. Menurutnya, sumber daya alam seharusnya menjadi nilai tambah, sementara fundamental ekonomi tetap menjadi fokus utama.
Mitos kedua berkaitan dengan kinerja indeks saham. Mohit mengakui bahwa indeks mencatat kenaikan sekitar 22% pada tahun lalu, namun pergerakan tersebut didorong oleh kelompok saham yang relatif terbatas. Ia juga menyoroti isu free float dan likuiditas yang membuat sebagian portofolio global sulit berpartisipasi.

























