Logo Bloomberg Technoz

Catatan internalnya juga mengatakan bahwa areal tanaman cabai di Indonesia dalam beberapa tahun hanya bergerak di kisaran luas 220 ribu hingga 250 ribu hektare dengan produksi sekitar 1,2-15 juta ton/tahun.

Dia mengutip salah satu studi jika pola tanam dan panen cabai di Indonesia yang tetap atau tidak berubah yakni panen pada Mei-November dengan panen besar pada Mei-Juli dan panen tipis di Agustus-September, sedangkan Desember-April paceklik.

"Merujuk pola ini, sejak awal tahun hingga Ramadan adalah paceklik. Mustinya, jauh-jauh hari pemerintah bisa mengantisipasi ini agar harga cabai tidak semakin pedas, tutur dia.

"Antisipasi ini jadi penting karena catatan panjang sejarah percabaian menandai bahwa tangan-tangan negara masih belum kuasa menjinakkan harga cabai."

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Selasa (10/2/2026), harga cabai rawit merah tercatat telah mencapai Rp69.512/kg, lebih tinggi 21,95% dibandingkan batas atas HAP (harga acuan pemerintah) yang sebesar Rp57.000/kg.

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa kenaikan cukup signifikan terjadi untuk komoditas ini. Kenaikan Cabai Rawit Merah terjadi di 52,5% wilayah di Indonesia.

“Kalau kita cermati perkembangan di cabai rawit sampai dengan minggu pertama kondisi Februari 2026, harga cabai rawit mengalami peningkatan 9,82%” kata Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (9/2/2026). 

Bahkan, di sejumlah daerah lain seperti Nduga Papua, harga cabai telah menyentuh hingga sekitar Rp200 ribu/kg, kemudian Mappi dan Intan Jaya Rp170.000

"Jadi disparitas harganya cukup tinggi juga,” katanya.

(ell)

No more pages