Logo Bloomberg Technoz

Outlook Utang RI Negatif, KSSK Akui Ada Miskomunikasi Kebijakan

Mis Fransiska Dewi
10 February 2026 14:32

Ilustrasi pasar keuangan. (Bloomberg)
Ilustrasi pasar keuangan. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai penurunan rating pasar keuangan oleh lembaga asing terjadi lantaran komunikasi antara pemerintah kepada lembaga pemeringkat masih kurang baik atau terdapat miskomunikasi dengan lembaga pemeringkat. 

Baru-baru ini lembaga pemeringkat internasional Moody’s menurunkan outlook pasar utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menilai perhatian Moody’s bukan berada pada sisi pengelolaan ekonomi, melainkan proyeksi dalam hal perumusan kebijakan.

"Alasan Moody’s cukup jelas, yakni menurunnya prediktabilitas dalam perumusan kebijakan, yang berisiko melemahkan efektivitas kebijakan serta mengindikasikan pelemahan tata kelola,” katanya dalam acara Economy Outlook, Selasa (10/2/2025).. 


“Jadi harusnya tidak boleh terjadi ini seperti ini. Kalau masalah pengelolaan ekonomi ya mungkin kita enggak beres menurut Moody’s. Tapi tidak kan, yang disampaikan prediktabilitas,” lanjut dia. 

Dia menilai, analisis tersebut juga kurang tepat karena semua kebijakan sudah ada di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APB). "Kok bisa dibilang ini enggak prediktabilitas dari mana?”