Logo Bloomberg Technoz

Seperti Tembakau, Media Sosial Ditunduh Timbulkan Kecanduan

News
10 February 2026 13:25

Candu menghabiskan waktu di media sosial (medsos), anak jadi ketagihan pegang HP. (Bloomberg)
Candu menghabiskan waktu di media sosial (medsos), anak jadi ketagihan pegang HP. (Bloomberg)

Madlin Mekelburg dan Maia Spoto 

Bloomberg, Facebook, Google, dan raksasa teknologi lainnya selama lebih dari satu dekade telah menolak tuduhan bahwa mereka sengaja merancang produk untuk membuat pengguna dengan kategori usai anak-anak kecanduan media sosial. Untuk pertama kalinya, eksekutif perusahaan, termasuk CEO Meta Platforms Inc. Mark Zuckerberg, akan menghadapi tuduhan ini di hadapan juri sebagai bagian dari persidangan yang dimulai Senin lalu. Industri ini akan dibandingkan dengan pertanggungjawaban industri tembakau atas kecanduan konsumen tiga dekade lalu.

Meta, induk perusahaan Facebook dan Instagram, serta YouTube milik Google, menjadi pusat persidangan ini. Mark Zuckerberg diperkirakan akan bersaksi di Los Angeles pada awal minggu depan. Persidangan ini akan menjadi ujian penting bagi ribuan gugatan serupa yang juga menargetkan TikTok Inc. dan Snap Inc. — yang menuduh bahwa produk-produk paling populer di dunia dirancang oleh keempat perusahaan tersebut untuk meraup keuntungan dengan mengorbankan keselamatan dan kesehatan mental anak muda.


Deretan perusahaan tersebut dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan mengatakan telah meluncurkan alat dan sumber daya untuk mendukung orang tua yang memiliki remaja. Namun, jika kalah, mereka akan menghadapi tekanan untuk mengubah cara remaja berinteraksi dengan media sosial dan mencapai penyelesaian dengan penggugat lain yang totalnya bisa mencapai miliaran dolar AS — skenario yang bisa mirip dengan kesepakatan yang menodai industri tembakau dan opioid.

Kasus ini, gugatan ganti rugi yang diajukan oleh Pusat Hukum Korban Media Sosial (SCVLC) di Seattle, berpusat pada seorang wanita berusia 20 tahun dari Chico, California, yang diidentifikasi dalam berkas pengadilan dengan inisial K.G.M., yang mengklaim telah kecanduan media sosial selama lebih dari satu dekade. Penggunaan platform media sosial secara terus-menerus, menurutnya, telah menyebabkan kecemasan, depresi, juga Dysmorphia.