Selain persoalan data, Supratman juga menyoroti besarnya royalti dari platform digital global yang dinilai tidak adil bagi Indonesia. Ia mencontohkan perbedaan pembayaran royalti antara Indonesia dan negara lain.
"Saya bilang ke perwakilan YouTube, kalian bayar Singapura 3 dolar, tapi Indonesia cuma 0,7 dolar. Ini tidak adil. Indonesia punya pasar 280 juta jiwa," katanya.
Supratman menegaskan pemerintah akan terus memperjuangkan kepentingan musisi nasional agar mendapat perlakuan yang lebih adil dari platform digital. “Kalau mereka tidak mau mengikuti regulasi Indonesia, tidak mungkin mereka berani. Pendapatan mereka dari Indonesia jauh lebih besar dari royalti yang disebarkan,” ujarnya.
(dec)
No more pages































