New START Usai, Trump Inginkan Pakta Senjata Nuklir Baru AS-Rusia
News
06 February 2026 11:40

Hadriana Lowenkron - Bloomberg News
Bloomberg, Presiden AS Donald Trump menyerukan pembentukan perjanjian senjata nuklir baru dengan Rusia. Pasalnya, perjanjian New START yang ada antara kedua negara berakhir dan memicu kekhawatiran tentang kemungkinan perlombaan senjata baru.
"Daripada memperpanjang ‘NEW START’ [perjanjian yang dinegosiasikan dengan buruk oleh AS, yang selain segala hal lainnya, dilanggar secara terang-terangan], kita seharusnya meminta para Ahli Nuklir kita untuk mengerjakan Perjanjian baru yang lebih baik dan modern yang akan bertahan lama di masa depan," tulis Trump pada Kamis di media sosial.
Pakta—secara resmi dikenal sebagai Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru—tersebut dibangun atas upaya untuk mengurangi senjata nuklir yang terkumpul selama Perang Dingin. Perjanjian ini berakhir pada Kamis, memicu kemungkinan bahwa AS dan Rusia akan mengejar pengembangan senjata nuklir baru tanpa hambatan perjanjian diplomatik, sementara ketegangan geopolitik antara Washington dan Moskwa meningkat.
AS dan Rusia menandatangani perjanjian tersebut pada 2010 untuk menggantikan perjanjian START tahun 1991. New START mulai berlaku pada 5 Februari 2011, dengan masa berlaku awal 10 tahun yang diperpanjang lima tahun lagi pada 2021.






























