Logo Bloomberg Technoz

Tekanan Agak Reda, Tapi Rupiah Masih Nyaris Rp16.900/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
06 February 2026 15:32

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan dengan pelemahan yang lebih terbatas, menyisakan penyusutan 0,21% dibandingkan tekanan yang sempat mencapai 0,34% pada sesi siang. Pada penutupan perdagangan Jumat (6/2/2026), rupiah berada di Rp16.866/US$, seiring tekanan global yang relatif terkendali.

Otot rupiah hari ini mendapat sedikit tenaga lantaran indeks dolar AS mengalami penguatan terbatas 0,02% di level 97,84. Minimnya dorongan dari dolar membuat pergerakan mata uang Asia cenderung beragam. 

Dari zona merah, pelemahan dipimpin oleh rupee sebesar 0,44%, won tergerus 0,38%, dan rupiah berada di posisi ketiga dengan penyusutan 0,21%. Sementara baht menguat 0,39%, peso 0,22%, yen 0,22%, dolar Singapura 0,09%. 


Dari sisi sentimen domestik, tekanan terhadap rupiah relatif tertahan oleh pandangan lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) yang masih mempertahankan outlook stabil terhadap Indonesia, meski menyoroti risiko pelebaran defisit fiskal. Sinyal ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap wait and see.

“Pelemahan fiskal lebih lanjut dapat memberikan tekanan penurunan tambahan terhadap peringkat obligasi Indonesia kami, kecuali terdapat perbaikan penyeimbang pada metrik kredit lainnya,” ujar Rain Yin, Analis S&P Global Ratings, seperti dikutip Bloomberg News.