Sementara itu, Direktur PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) Yulius Kurniawan Gozali mengaku belum dapat berkomentar ihwal data target produksi perseroan.
Dia menyatakan perseroan masih memerlukan diskusi dengan berbagai pihak ihwal target produksi dalam RKAB 2026 tersebut.
“Untuk angka RKAB masih perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan banyak pihak terkait,” kata Yulius ketika dihubungi.
Adapun, Kementerian ESDM sebelumnya sudah menyebut bakal memangkas target produksi batu bara dalam RKAB 2026 menjadi sekitar 600 juta ton, lebih rendah dari realisasi produksi tahun lalu sebanyak 790 juta ton.
Kementerian ESDM meyakini pemangkasan produksi yang akan dilakukan Indonesia dapat mengerek harga batu bara ke depannya.
Dalam perkembangannya, Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) merasa keberatan ihwal pemangkasan produksi batu bara yang signifikan dalam RKAB 2026.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kegiatan operasional, bahkan berisiko memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri tambang batu bara hingga aktivitas ekonomi daerah.
Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengatakan, berdasarkan laporan anggota APBI, angka produksi batu bara yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM jauh di bawah angka persetujuan RKAB tiga tahunan, maupun pengajuan RKAB tahunan 2026 tahap evaluasi tiga serta realisasi produksi 2025.
Pemangkasan produksi batu bara bervariasi di kisaran 40% hingga 70% terhadap masing-masing perusahaan tambang batu bara.
“Dalam hal ini, APBI memandang diperlukan kriteria penetapan yang jelas serta sosialisasi kepada pelaku usaha agar proses evaluasi RKAB dapat dipahami,” kata Gita dalam siaran pers, baru-baru ini.
Di sisi lain, baru-baru ini tersebar di media sosial mengenai rumor data RKAB 2026 yang diajukan sejumlah perusahaan ternama sektor batu bara dan telah disetujui Kementerian ESDM.
Sejumlah perusahaan dalam daftar tersebut dirumorkan mendapatkan pemangkasan produksi hingga ada yang mencapai 90%.
Namun, beberapa di antaranya lolos dari pemangkasan alias disetujui 100% rencana produksinya. Mereka yang dikabarkan lolos dari pemangkasan itu a.l. AADI, BUMI, dan Indika Energy (INDY) dengan volume gabungan mencapai hampir 170 juta ton.
Akan tetapi, data tersebut diklaim tidak valid oleh Kementerian ESDM. Alih-alih, Ditjen Minerba Kementerian ESDM mengaku belum menerbitkan RKAB batu bara periode 2026 hingga saat ini.
“Masih evaluasi jadi tidak ada informasi seperti di atas [data itu],” kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara di Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba Kementerian ESDM), Surya Herjuna kepada Bloomberg Technoz, Kamis (5/2/2026).
Berikut data rumor RKAB 2026 sejumlah perusahaan batu bara tersebut sebelum dibantah Kementerian ESDM:
- PT Asmin Bara Bronang (ABB) – GCV 6.400
- RKAB diajukan 7,5 juta ton, disetujui 4 juta ton, turun 47%.
- Induk usaha: UNTR (United Tractors).
- PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) – GCV 4.200
- RKAB diajukan 2 juta ton, disetujui 0,88 juta ton, turun 56%.
- Induk usaha: TOBA (TBS Energi Utama).
- PT Adaro Indonesia (Adaro)
- RKAB diajukan dan disetujui 60 juta ton, tidak berubah (0%).
- Induk usaha: AADI (Adaro Energy Indonesia).
- PT Antang Gunung Meratus (AGM)
- RKAB diajukan 11 juta ton, disetujui 7 juta ton, turun 36%.
- Induk usaha: BSSR (Baramulti Suksessarana).
- AJC – GCV 3.800
- RKAB diajukan 2 juta ton, disetujui 1,10 juta ton, turun 45%.
- PT Arutmin Indonesia (Arutmin)
- RKAB diajukan dan disetujui 20 juta ton, tidak berubah (0%).
- Induk usaha: BUMI (Bumi Resources).
- PT Astaka
- RKAB diajukan 2,00 juta ton, disetujui 1,00 juta ton, turun 50%.
- PT ATD – GCV 4.600
- RKAB diajukan 2,50 juta ton, disetujui 0,90 juta ton, turun 64%.
- PT Banpu
- RKAB diajukan 25 juta ton, disetujui 10 juta ton, turun 60%.
- Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah).
- PT BAU – GCV 5.100
- RKAB diajukan 2,5 juta ton, disetujui 2,4 juta ton, turun 4%.
- PT Bayan Resources Tbk (Bayan) – GCV 3.800–6.500
- RKAB diajukan 80 juta ton, disetujui 38 juta ton, turun 53%.
- Induk usaha: BYAN (Bayan Resources).
- PT BBA
- RKAB diajukan 1,25 juta ton, disetujui 1,1 juta ton, turun 12%.
- PT Bharinto Ekatama (BEK) – GCV 5.800
- RKAB diajukan 8 juta ton, disetujui 5,7 juta ton, turun 29%.
- Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah).
- PT Borneo Indobara (BIB)
- RKAB diajukan 55 juta ton, disetujui 11 juta ton, turun 80%.
- Induk usaha: GEMS (Golden Energy Mines).
- PT BMB
- RKAB diajukan dan disetujui 8 juta ton, tidak berubah (0%).
- PT BRAM – GCV 3.400
- RKAB diajukan 3,5 juta ton, disetujui 1,8 juta ton, turun 49%.
- PT BRE
- RKAB diajukan 9,9 juta ton, disetujui 3,96 juta ton, turun 60%.
- PT Baramulti Suksessarana (BSSR)
- RKAB diajukan 6 juta ton, disetujui 3,3 juta ton, turun 45%.
- Induk usaha: BSSR (Baramulti Suksessarana).
- PT CEP – GCV 4.000
- RKAB diajukan 3 juta ton, disetujui 0,9 juta ton, turun 70%.
- PT GPK – GCV 3.800
- RKAB diajukan 2,4 juta ton, disetujui 1,4 juta ton, turun 42%.
- PT Hamparan Mulya
- RKAB diajukan 0,8 juta ton, disetujui 0,32 juta ton, turun 60%.
- PT HM
- RKAB diajukan 0,8 juta ton, disetujui 0,48 juta ton, turun 40%.
- PT Inti Bara Perdana (IBP)
- RKAB diajukan 5,7 juta ton, disetujui 2,6 juta ton, turun 54%.
- Induk usaha: PT Inti Bara Perdana (IATA) – MNC Energy.
- PT Indominco Mandiri – GCV 5.600
- RKAB diajukan 8 juta ton, disetujui 4,7 juta ton, turun 41%.
- Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah).
- PT Insani Bara Perkasa (Insani)
- RKAB diajukan 4 juta ton, disetujui 2,2 juta ton, turun 45%.
- Induk usaha: KKGI (Resource Alam Indonesia).
- PT Kideco Jaya Agung (Kideco)
- RKAB diajukan dan disetujui 30 juta ton, tidak berubah (0%)
- Induk usaha: INDY (Indika Energy).
- PT Kaltim Prima Coal (KPC)
- RKAB diajukan dan disetujui 54 juta ton, tidak berubah (0%).
- Induk usaha: BUMI (Bumi Resources).
- PT KS – GCV 4.200
- RKAB diajukan 3 juta ton, disetujui 2 juta ton, turun 33%.
- PT MHU – GCV 4.200–6.300
- RKAB diajukan 7,5 juta ton, disetujui 6,8 juta ton, turun 9%.
- PT MIP – GCV 4.750
- RKAB diajukan 11,2 juta ton, disetujui 5,6 juta ton, turun 50%.
- Induk usaha: MCOL (Prima Andalan Mandiri).
- PT MME – GCV 4.750
- RKAB diajukan 3 juta ton, disetujui 0,80 juta ton, turun 73%.
- Induk usaha: ARII (Atlas Resources).
- PT MSA – GCV 5.100
- RKAB diajukan 2 juta ton, disetujui 1 juta ton, turun 50%.
- Induk usaha: AADI (Adaro Energy Indonesia).
- PT Nusa Persada Resources (NPR) – GCV 5.500
- RKAB diajukan 1 juta ton, disetujui 0,10 juta ton, turun 90%.
- Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah).
- PT PSM
- RKAB diajukan 0,8 juta ton, disetujui 0,48 juta ton, turun 40%.
- PT Trubaindo Coal Mining (TCM) – GCV 6.200
- RKAB diajukan 3 juta ton, disetujui 1 juta ton, turun 67%.
- Induk usaha: ITMG (Indo Tambangraya Megah).
- PT Telen Orbit Prima (TOP)
- RKAB diajukan 1 juta ton, disetujui 0,5 juta ton, turun 50%.
- Induk usaha: UNTR (United Tractors).
- PT WSJ – GCV 4.200
- RKAB diajukan 2,7 juta ton, disetujui 2 juta ton, turun 26%.
- PT WSL – GCV 4.200
- RKAB diajukan 2,8 juta ton, disetujui 1 juta ton, turun 64%.
-- Dengan asistensi Mis Fransiska Dewi
(azr/wdh)





























