Logo Bloomberg Technoz

Otot Rupiah Sedikit Menguat Pagi Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
03 February 2026 10:06

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuka perdagangan hari ini dengan penguatan 0,15% ke Rp16.765/US$. Selang beberapa menit, rupiah menipiskan penguatan menjadi 0,09% ke Rp16.775/US$. 

Pergerakan ini sejalan dengan melemahnya dolar AS di pasar global. Namun belum cukup kuat untuk mengubah narasi besar yang membayangi rupiah dalam beberapa bulan terakhir. 

Indeks dolar AS (DXY) terkoreksi 0,11% ke level 97,52 dan kembali melemah 0,17% ke 97,46. Pelemahan ini mendorong mayoritas mata uang Asia bergerak di zona hijau.


Baht Thailand memimpin penguatan dengan apresiasi 0,38%. Disusul won Korea Selatan dan dolar Singapura masing-masing 0,22%, yen Jepang 0,09%, yuan China 0,07%, peso Filipina 0,06%, serta dolar Taiwan 0,04%.

Akan tetapi, di balik euforia pelemahan dolar, rupiah masih dibayangi persoalan struktural domestik yang membuat ruang apresiasi tetap terbatas. Defisit transaksi berjalan yang kembali melebar, kebutuhan pembiayaan fiskal yang besar, serta arus keluar portofolio asing dari pasar obligasi pemerintah menjadi faktor penahan utama penguatan rupiah.