Logo Bloomberg Technoz

“Untuk melakukan meningkatkan produktivitas dan efisiensi, itu sudah kita berlakukan,” tuturnya. 

Saat dimintai konfirmasi, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron belum bisa mengumumkan kapan pelaksanaan aksi korporasi tersebut. 

“Nanti akan kami sampaikan secara resmi,” ucap Baron saat dihubungi, Rabu (4/2/2026). 

Senada, Corporate Secretary PPN Roberth MV Dumatubun menuturkan hingga masih menanti keputusan merger tiga anak usaha milik Pertamina tersebut. “Masih menunggu ya, kami juga waiting saja,” ujarnya. 

Gedung Pertamina ( Dok pertamina.com )

Sebelumnya, padahal, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan peleburan tiga anak usaha lini hilir migas perseroan bakal diresmikan 1 Februari 2026.

“Kita usahakan go live 1 Februari 2026,” kata Simon kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (28/1/2026).

“Kemungkinan under itu [Pertamina Patra Niaga], kan surviving entity ya."

Simon juga menyatakan penggabungan tiga anak usaha tersebut dilakukan untuk meningkatkan performa perusahaan dan merespons kondisi global yang sedang diselimuti tantangan.

Dengan meleburnya lini bisnis hilir Pertamina, Simon meyakini proses pengambilan keputusan dapat lebih efisien.

Sejumlah Risiko

Dari perspektif pakar migas, Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) Hadi Ismoyo menyoroti struktur organisasi yang gemuk seusai peleburan tiga anak usaha lini hilir Pertamina, yang dijanjikan bakal dilakukan tanpa pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Hadi berpandangan jika organisasi terlalu gemuk pascamerger, proses pengambilan keputusan akan lamban. Dalam hal ini, holding Pertamina sebenarnya harus berani memangkas struktur organisasi agar lebih ramping dan lincah dalam bergerak.

“Tiga organisasi menjadi satu artinya otomatis begitu banyak orang yang ada dalam satu level keputusan. Untuk itu, [rantai manajemen] harus dipangkas. Kasarnya dipilih yang hebat, lainnya ya dirumahkan. Harus berani,” kata Hadi saat dihubungi, belum lama ini. 

“Kalau masih banyak orang dan struktur organisasi dibuat, keputusannya menjadi berbelit-belit dan berjenjang, akhirnya goal-nya enggak tercapai.”

Bagaimanapun, Hadi menilai langkah penggabungan usaha atau merger tersebut merupakan suatu hal yang positif untuk memastikan rantai pasok dalam satu komando yakni sumber bahan bakar minyak (BBM) diwakili oleh KPI, transportasi BBM oleh PIS, dan perdagangan ritel diwakili oleh PPN.

“Maksud dan tujuannya jelas untuk efisiensi,” ujarnya.

(mfd/wdh)

No more pages