Logo Bloomberg Technoz

Belanja pemerintah menjadi motor utama pertumbuhan pada kuartal IV 2025. Pengeluaran pemerintah diproyeksikan meningkat 8,0 persen secara tahunan, melonjak dibandingkan pertumbuhan 5,5 persen pada kuartal sebelumnya.

Andry menilai lonjakan belanja fiskal di akhir tahun menjadi faktor penentu. 

“Kami melihat belanja fiskal yang meningkat tajam di akhir tahun menjadi faktor kunci yang mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai level tertinggi sejak 2022,” katanya.

Kenaikan belanja pemerintah tercermin dari belanja pegawai yang meningkat sekitar 40,0 persen secara tahunan. Sementara itu, belanja modal melonjak hingga 44,2 persen, sejalan dengan percepatan berbagai proyek pemerintah menjelang penutupan tahun anggaran.

Belanja bantuan sosial juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 70,4 persen secara tahunan. Sebagian anggaran tersebut dialokasikan untuk penanganan bencana di wilayah Sumatra, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah turut menggulirkan stimulus fiskal senilai Rp37,4 triliun pada kuartal IV 2025. Paket stimulus ini mencakup program magang, bantuan langsung tunai, serta diskon periode libur akhir tahun yang diharapkan mampu menopang konsumsi rumah tangga.

Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang Utama

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04%, Unggul dari Singapura dan China. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga diproyeksikan tumbuh 5,0 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025, sedikit lebih tinggi dibandingkan kuartal III yang sebesar 4,9 persen.

Menurut Andry, konsumsi tetap menjadi pilar utama pertumbuhan. “Konsumsi rumah tangga tetap terjaga dengan baik, didukung oleh stimulus pemerintah serta peningkatan aktivitas ritel selama periode libur akhir tahun,” ujarnya.

Penguatan konsumsi terlihat dari pertumbuhan penjualan ritel yang rata rata mencapai 5,0 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan 4,0 persen pada kuartal sebelumnya. Aktivitas belanja masyarakat cenderung meningkat menjelang akhir tahun.

Mandiri Spending Index juga mencatat kenaikan yang cukup kuat, terutama didorong oleh belanja terkait mobilitas. Hal ini menunjukkan meningkatnya aktivitas perjalanan dan konsumsi jasa masyarakat.

Dari sisi investasi, pembentukan modal tetap bruto diperkirakan tumbuh 6,3 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025, lebih tinggi dibandingkan 5,0 persen pada kuartal sebelumnya.

Andry menyebut tren ini sebagai sinyal positif. 

“Dari sisi investasi, lonjakan impor barang modal dan mulai pulihnya sektor konstruksi menjadi sinyal positif menguatnya pembentukan modal tetap bruto,” jelasnya.

Impor barang modal tercatat tumbuh sekitar 22,9 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025, mencerminkan meningkatnya aktivitas investasi di sektor produktif. Pemulihan juga terlihat pada penjualan semen yang tumbuh 0,8 persen setelah sebelumnya mengalami kontraksi.

Sementara itu, kinerja sektor eksternal diperkirakan mengalami moderasi. Pertumbuhan ekspor diproyeksikan melambat menjadi 4,2 persen secara tahunan, sedangkan impor meningkat lebih cepat sebesar 7,2 persen seiring kuatnya permintaan domestik.

Meski kontribusi ekspor neto terhadap pertumbuhan menurun, Andry menilai kondisi tersebut masih mencerminkan ekonomi yang sehat. “Meski kinerja sektor eksternal cenderung melambat, peningkatan impor mencerminkan kuatnya permintaan domestik dan aktivitas ekonomi di dalam negeri,” katanya.

Ke depan, pelaku pasar menantikan rilis resmi data pertumbuhan ekonomi dari Badan Pusat Statistik. Data produk domestik bruto kuartal IV 2025 dan realisasi penuh tahun 2025 dijadwalkan diumumkan pada 5 Februari 2026.

Rilis tersebut akan menjadi konfirmasi akhir atas proyeksi Bank Mandiri sekaligus gambaran nyata arah ekonomi Indonesia memasuki tahun berikutnya.

(red)

No more pages