Ekonomi RI Diprediksi Stabil Meski Tekanan Rupiah Meningkat Naik
Redaksi
26 January 2026 19:53

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan kenaikan imbal hasil obligasi belum mengubah arah kebijakan moneter Bank Indonesia.
BRI Danareksa Sekuritas menilai risiko kenaikan suku bunga acuan tetap rendah, seiring stabilnya kondisi likuiditas domestik dan efektivitas bauran kebijakan bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Dalam laporan Macro Strategy terbaru, BRI Danareksa menegaskan bahwa pelemahan rupiah sejak awal 2026 lebih mencerminkan penyesuaian level yang gradual, bukan gejolak yang bersifat tidak teratur.
Rupiah tercatat melemah sekitar 0,7 persen secara year to date, sempat menyentuh level Rp 16.950 per dolar AS, seiring penguatan dolar global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
"Secara singkat, kami menilai kenaikan suku bunga acuan sebagai respons atas kondisi saat ini masih kecil, berdasarkan pergerakan nilai tukar, kondisi likuiditas, serta pola reaksi kebijakan Bank Indonesia," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam laporannya, Senin (26/1).































