Logo Bloomberg Technoz

MSCI Effect Mulai Merembet ke Pasar Surat Utang

Tim Riset Bloomberg Technoz
29 January 2026 12:36

Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)
Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar surat utang mengalami tekanan jual pada perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026), menyusul keputusan Morgan Stanley Composite Index (MSCI) membekukan rebalancing indeks saham Indonesia kemarin. 

Aksi jual terlihat di hampir seluruh tenor surat utang negara (SUN), dan mendorong kenaikan imbal hasil (yield) yang cukup merata. Kenaikan yield ini mencerminkan premi risiko yang kembali diminta investor, lantaran meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas arus dana asing dan volatilitas pasar keuangan domestik dalam jangka pendek. 

Yield  tenor 1Y naik 4,4 basis poin (bps) ke level 4,93%, diikuti tenor 2Y naik 2,2 bps ke 5,19%, dan 3Y naik 2,6 bps naik 2,6 bps ke 5,48%. Tekanan berlanjut di tenor menengah dengan yield 5Y naik 1,7 bps ke 5,76%, tenor 7Y meningkat 0,5 bps ke 6,33%, serta tenor 10Y naik 1,5 bps ke 6,37%.


Begitu juga dengan tenor panjang seperti 20Y yang mencatatkan kenaikan yield 1,3 bps ke 6,62% dan tenor 30Y meningkat 0,7 bps ke 6,74%. 

Kepemilikan investor asing dalam surat utang Indonesia dalam setahun terakhir pada Kamis (29/1/2026). Bloomberg

Kenaikan yield ini mendandakan investor secara luas meminta premi risiko yang lebih tinggi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar dan kredibilitas otoritas pasar domestik. Meningkatnya persepsi risiko investor di pasar surat utang tercermin dalam Credit Default Swap (CDS).