Menutup Pekan, Rupiah Kembali Melemah 0,3%
Tim Riset Bloomberg Technoz
16 March 2026 08:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup pekan efektif jelang libur panjang Lebaran dengan pelemahan. Sepanjang pekan rupiah bergerak volatil terombang-ambing oleh harga minyak dunia yang melonjak dan tembus US$100 per barel, harga tertinggi sejam September 2022.
Sore ini (13/3/2026) rupiah di pasar spot melemah 0,3% ke level Rp16.944/US$, tertekan oleh penguatan indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama yang kembali berada di level 100. Begitu juga dengan harga minyak yang kembali melambung 0,98% dan bertahan di level US$101,4 per barel pada 14.40 WIB.
Pelemahan rupiah sejalan dengan semua mata uang di pasar Asia. Tak ada satu mata uang pun yang mampu melawan dolar AS hari ini. Baht Thailand tergerus paling dalam sebanyak 1,37% disusul won Korea Selatan 0,5% dan peso Filipina 0,38%.
Namun, pergerakan mata uang Asia selama sepekan menggambarkan ketahanan yang berbeda. Sepanjang pekan ini, peso Filipina dan baht Thailand yang tergerus paling dalam masing-masing 1,13%. Sebaliknya, ada tiga mata uang Asia yang mencatatkan kinerja: ringgit Malaysia 0,31%, yuan China 0,14% dan yuan offshore 0,05%. Sementara rupiah sepanjang pekan ini juga tergerus hanya saja tidak sedalam peso dan baht atau yen. Pelemahan rupiah sebesar 0,22%.
Mata uang di pasar Asia tertekan harga minyak dunia yang semakin melambung. Sentimen ketidakpastian kapan perang akan berakhir membuat aset keuangan di kawasan menjadi ambruk, lantaran dampak kenaikan harga minyak dapat memicu inflasi. Sebab, kawasan Asia sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah.





























