Logo Bloomberg Technoz

IHSG Uji Level Kritis Usai Trading Halt, Isu MSCI Masih Kencang

Recha Tiara Dermawan
29 January 2026 09:13

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Rabu (28/1/2026) seiring keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara proses rebalancing indeks saham Indonesia. 

IHSG ditutup melemah 7,35% ke level 8.320,56, setelah sempat anjlok lebih dari 8% dan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit pada sesi kedua.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, tekanan jual muncul setelah MSCI memutuskan untuk menunda sejumlah perubahan indeks, termasuk dalam proses index review Februari 2026. 


MSCI menilai tingkat transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia masih belum memadai, dengan investor global menyoroti tingginya konsentrasi kepemilikan serta adanya indikasi potensi perdagangan yang terkoordinasi. Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi risiko tingginya turnover indeks dan isu investability.

Dalam analisis teknikalnya, Phintraco Sekuritas mencatat area resistance IHSG berada di level 8.500, dengan pivot di 8.300 dan support di kisaran 8.050. Penurunan tajam pada perdagangan Rabu terjadi setelah indeks sempat menyentuh level terendah harian di 8.187 sebelum akhirnya ditutup di atas area tersebut.