Logo Bloomberg Technoz

BTN Bidik Tambahan Likuiditas Rp12,5 Triliun dari Penempatan Dana

Pramesti Regita Cindy
16 March 2026 07:00

Direktur Utama (Dirut) Bank BTN, Nixon LP Napitupulu saat tiba di Istana Negara, Jumat (21/3/2025). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)
Direktur Utama (Dirut) Bank BTN, Nixon LP Napitupulu saat tiba di Istana Negara, Jumat (21/3/2025). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) merespons rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang ingin kembali melakukan penempatan dana pemerintah ke perbankan senilai Rp100 Triliun. 

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menuturkan, pihaknya berharap dapat memperoleh tambahan penempatan dana pemerintah tersebut. Sebab menurutnya, kebutuhan akan likuiditas masih cukup besar. Terlebih dengan pertumbuhan bisnis perseroan tetap berada pada level dua digit.

"Kita seneng dan berharap dapat juga lah ya," kata Nixon ketika ditemui di kantornya, Jakarta, dikutip Senin (16/3/2026). "Jadi kalau ditanya ya kita masih butuh [tambahan likuiditas]. Butuh [untuk] pertumbuhan [perseroan]."


Nixon menambakan bahwa sebelumnya perseroan juga telah mengusulkan kepada pemerintah terkait tambahan penempatan dana setelah memperoleh dana Rp25 triliun pada akhir tahun lalu. Adapun terkait usulan dana tersebut, BTN mengusulkan tambahan dana sekitar setengah dari penempatan awal. Sehingga tambahan yang diharapkan sekitar Rp12,5 triliun.

Dari dana tersebut nantinya akan tetap diarahkan untuk program penyaluran kredit perumahan maupun program terkait dengan ekosistem perumahan. "Kan ini [juga] untuk memperbaiki kondisi likuiditas juga sih di market, dan iya kita tunggu ya keputusannya lah resminya [dari pemerintah]," jelas Nixon.