Logo Bloomberg Technoz

Kemenkes Imbau Warga RI Tak Konsumsi Buah Bekas Gigitan Kelelawar

Dinda Decembria
27 January 2026 18:10

Ilustrasi virus Nipah (Diolah)
Ilustrasi virus Nipah (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta -Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi penularan penyakit zoonosis, termasuk virus Nipah.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan kelelawar merupakan salah satu reservoir alami berbagai virus berbahaya.

“Buah yang ditemukan dengan bekas gigitan kelelawar sebaiknya tidak dikonsumsi. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dimakan,” ujar Aji dalam keterangan resmi Kemenkes, Selasa (27/1).


Selain buah, Kemenkes juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi daging ternak yang dimasak hingga matang sempurna. Hal ini bertujuan untuk mematikan virus atau bakteri yang mungkin terdapat pada hewan ternak, khususnya yang berpotensi terpapar penyakit dari hewan liar.

Aji menambahkan, masyarakat juga diminta tidak mengonsumsi nira atau air aren yang diambil langsung dari pohonnya tanpa proses pemasakan. Nira mentah dinilai berisiko terkontaminasi virus dari hewan, termasuk kelelawar, sehingga perlu dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.