Logo Bloomberg Technoz

IHSG Berpotensi ke 8.780, Investor Waswas Jelang Pengumuman MSCI

Artha Adventy
27 January 2026 16:10

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa (27/1/2026), melanjutkan koreksi setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di kisaran 9.100-an pekan lalu. Kekhawatiran investor meningkat seiring mendekatnya pengumuman indeks MSCI pada Jumat pekan ini, di tengah sinyal risk-off global dan mulai derasnya arus keluar dana asing.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan sesi I tadi, IHSG berada di posisi 8.921 atau turun 0,60% pada perdagangan hari ini. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp15,11 triliun dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp16.269 triliun. Meski demikian, secara year to date (YtD) IHSG masih mencatatkan return positif 3,18%, dengan asing net buy sebesar Rp4,48 triliun di seluruh pasar.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata menilai pelemahan IHSG dipicu kombinasi sentimen global dan faktor teknikal domestik. Dari eksternal, pasar merespons kenaikan imbal hasil US Treasury serta ekspektasi suku bunga global yang bertahan tinggi lebih lama, ditambah rotasi portofolio investor menjelang rebalancing indeks MSCI dan dinamika metodologi free float yang berpotensi menekan aliran dana asing ke emerging markets.


“Dari sisi domestik, sentimen juga tertahan oleh minimnya katalis jangka pendek, aksi profit taking pasca reli sebelumnya, serta sikap hati-hati investor yang menunggu kejelasan arah kebijakan dan aliran dana pasif,” ujar Liza.

Tekanan jual dari investor asing mulai terasa. Arus dana asing tercatat kembali keluar hingga sekitar Rp1 triliun pada perdagangan Senin, membuat posisi foreign net buy secara year to date sebelumnya menyisakan sekitar Rp2,47 triliun. Dalam sepekan terakhir, IHSG juga telah terkoreksi 1,37% setelah sempat menyentuh level ATH 9.174.