Oleh karena itu, Wijayanto menyebut pekerjaan rumah utama BI ke depan adalah meluruskan persepsi publik dan pelaku pasar dengan memastikan kebijakan yang dikeluarkan pasca keterpilihan Thomas benar-benar objektif dan independen.
"Pemerintah juga perlu menjaga diri agar tidak memposisikan lebih superior dari BI, seperti yang terjadi dalam beberapa bulan ini," jelasnya.
Ia juga menilai Thomas perlu membuktikan kapabilitasnya sebagai Deputi Gubernur BI, mengingat aspek tersebut selama ini turut dipertanyakan oleh dunia usaha dan investor.
Selain itu, dalam jangka panjang, Wijayanto bahkan menyarankan agar Thomas tidak diplot untuk memimpin BI sebagai gubernur. Menurutnya, posisi lain seperti menteri ekonomi atau pimpinan lembaga keuangan negara seperti LPS atau OJK akan lebih tepat.
Ia mengingatkan bahwa apabila Thomas kelak menjadi Gubernur BI, upaya membangun kembali kredibilitas bank sentral di mata investor asing akan menjadi sangat sulit.
"Sekedar sebagai analogi: bayangkan saja, keponakan Trump yang juga mantan bendahara umum Partai Republik dipilih sebagai Fed Chairman, pasti pasar tidak akan menerima apa pun penjelasannya," tegasnya.
Untuk diketahui, DPR RI resmi memilih Thomas Djiwandono untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia baru untuk periode 2026-2031, menggantikan posisi pejabat sebelumnya, yakni Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026 lalu.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-12 masa persidangan III tahun sidang 2025-2026 di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Dari 580 anggota, sidang dihadiri oleh 339 orang.
"Sidang dewan yang kami hormati, apakah laporan Komisi XI terhadap hasil fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) calon Deputi Gubernur BI dapat disetujui?," tanya Saan kepada hadirin, yang langsung mendapat jawaban "Setuju" secara serentak.
Sebelumnya, Komisi XI DPR RI telah melakukan fit and proper test terhadap tiga kandidat Deputi Gubernur BI. Ketiga kandidat tersebut antara lain: Solikin M. Juhro, Dicky Kartikoyono, dan Thomas Djiwandono. Dalam rapat internal, Komisi XI sepakat memutuskan untuk memilih Thomas Djiwandono yang lolos dalam tahap fit and proper test. Kemudian, Komisi XI membawa hasil keputusan tersebut dalam Sidang Paripurna DPR RI untuk dimintai persetujuan seluruh Anggota DPR RI.
Pada akhirnya, seluruh peserta sidang menyetujui bahwa keponakan Presiden Prabowo tersebut menjadi Deputi Gubernur BI baru.
(lav)


























