Ekonom: Penunjukkan Thomas di BI Belum Perbaiki Persepsi Pasar
Pramesti Regita Cindy
27 January 2026 15:49

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menilai situasi terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031 belum membantu memperbaiki persepsi pasar, bahkan berpotensi memperberat tekanan yang ada.
Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai, meskipun proses pemilihan Thomas dilakukan secara objektif, tetapi pasar tetap memiliki penilaian tersendiri. Dari sudut pandang investor, independensi BI dinilai semakin dipertanyakan.
"Independensi BI semakin dipertanyakan; ini risky decision in bad timing (keputusan yang berisiko di waktu yang buruk)," kata Wijayanto kepada Bloomberg Technoz, Selasa (27/1/2029).
Wijayanto menyebut tekanan tersebut tercermin dari meningkatnya risk premium surat utang pemerintah Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Akibatnya, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia menjadi lebih tinggi.
Selain itu, ia menambahkan, tekanan kepercayaan pasar juga tercermin pada pergerakan nilai tukar rupiah. Dalam satu tahun terakhir, rupiah tercatat terdepresiasi terhadap sekitar 83,7% mata uang dunia, serta hampir 14% terhadap dolar Amerika Serikat berdasarkan indeks dolar AS (US Dollar Index/DXY).





























