Logo Bloomberg Technoz

Namun demikian, ia mengakui tantangan yang dihadapi Indonesia tidak kecil. Dari sisi eksternal, perekonomian global dibayangi ketidakpastian geopolitik, polarisasi global, hingga kebijakan tarif Amerika Serikat yang berpotensi menekan kinerja ekspor. 

Sementara dari dalam negeri, risiko siber yang terus berkembang, defisit neraca berjalan, ketimpangan infrastruktur digital, kualitas tenaga kerja, hingga melemahnya daya beli masyarakat menjadi perhatian serius.

Menurut Dicky, jawaban atas berbagai tantangan tersebut terletak pada penguatan digitalisasi sebagai salah satu game changer. Ia menyoroti perkembangan pesat sistem pembayaran digital dalam lima tahun terakhir melalui implementasi QRIS, BI-FAST yang menunjukkan pertumbuhan eksponensial.

"Kita lihat 5 tahun terkahir dimana digitalsiasi dimulai QRIS, BI Fast dan standar nasional open API pertumbuhannya eksponensial. Kami di BI proyeksikan pertumbuhan digital akan mencapai 147,3 miliar setelah dalam 5 tahun terakhir tumbuh 37 miliar," tegasnya. 

Dicky juga menyoroti peran generasi muda. Berdasarkan data BI, generasi Z dan generasi Alpha mencapai hampir 40% dari populasi dan memiliki tingkat literasi digital yang tinggi, sehingga menjadi kekuatan utama dalam mendorong ekonomi dan keuangan digital nasional.

Lebih lanjut, Dicky memaparkan visi dan misinya jika dipercaya menjadi Deputi Gubernur BI. Ia menegaskan komitmen untuk mengorkestrasi berbagai potensi guna mendukung visi Presiden melalui program Asta Cita. Dalam bauran kebijakan BI, kebijakan moneter dan makroprudensial difokuskan pada stabilitas, sementara kebijakan sistem pembayaran memiliki ruang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Visi pertama yang diusung adalah membangun pondasi ekonomi nasional yang berdaya tahan dan efisien melalui penguatan infrastruktur sistem pembayaran guna mendukung digitalisasi ekonomi dan keuangan. 

Visi kedua adalah mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang tepercaya, aman, dan inovatif, termasuk dengan penguatan ketahanan sistem, early detection, serta pemanfaatan kemampuan analitik dan kecerdasan buatan (AI).

Visi ketiga adalah mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berdaulat, sejalan dengan agenda Asta Cita. Menurut Dicky, kontribusi BI dalam hal ini terutama dilakukan melalui kebijakan dan inovasi di sistem pembayaran.

"Dari misi dan visi tersebut kami meliat rumusan kebijakan BI ini harus disinergikan, dikolaborasikan sinergi dan kolaborasi ini mungkin secara umum terlihat pada triple helix tapi kalau bapak ibu sekalian di Parlemen dan BI ikut jadi pentahelix ini akan jadi sangat powerfull," tegasnya. 

(lav)

No more pages