DPR Minta Program Prioritas Ditajamkan, Tunda yang Tak Mendesak
Pramesti Regita Cindy
12 March 2026 16:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Muhammad Said Abdullah meminta pemerintah mempertajam program prioritas dalam APBN serta menunda program yang tidak bersifat mendesak di tengah meningkatnya tekanan global terhadap perekonomian.
Sebagai langkah antisipasi, ia meminta pemerintah memfokuskan anggaran pada program yang benar-benar prioritas dan mendesak. Sementara program yang sifatnya prioritas tetapi tidak mendesak dapat dijadwalkan ulang.
"Tentu kami berharap, agar melakukan penajaman program yang prioritas dan mendesak,” tegas Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Sebab menurutnya ketidakpastian global saat ini cukup tinggi, mulai dari sentimen pasar keuangan internasional hingga konflik geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi menimbulkan efek rambatan terhadap perekonomian Indonesia.
Meski demikian, ia menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih relatif terjaga. Hal ini tercermin dari harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang hingga awal Maret masih berada di bawah asumsi makro dalam APBN.































