Logo Bloomberg Technoz

Namun, pernyataan berbeda datang dari pihak otoritas federal. Gregory Bovino, komandan tinggi Patroli Perbatasan, mengeklaim bahwa Pretti mendekati petugas dengan pistol semi-otomatis 9mm dan "melawan dengan keras" saat akan dilucuti. Meski demikian, Bovino tidak menyebutkan bahwa korban sempat mengacungkan senjata tersebut.

“Karena takut akan nyawanya dan keselamatan rekan-rekannya, seorang agen melepaskan tembakan pertahanan,” ujar Bovino dalam pernyataannya. Ia juga menyebutkan bahwa agen yang terlibat telah dipindahkan dari Minneapolis dan "kemungkinan besar" akan diberikan tugas administratif.

Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) Kristi Noem mendukung pernyataan Bovino. Tanpa menyertakan bukti, Noem mengeklaim bahwa Pretti telah menghalangi kerja Patroli Perbatasan dan melabelinya sebagai "teroris domestik."

Gubernur Tim Walz menepis mentah-mentah kronologi versi pejabat federal. “Itu omong kosong dan kebohongan,” tegas Walz. “Terima kasih Tuhan, kami memiliki rekaman videonya.”

Wali Kota Jacob Frey turut mendeskripsikan isi video yang telah beredar luas tersebut. “Saya melihat video di mana lebih dari enam agen bermasker memukuli warga kami dan menembaknya hingga mati,” ujar Frey.

O’Hara mengatakan tidak ada cara untuk memverifikasi versi kejadian yang disampaikan otoritas federal. “Kami tidak tahu apa yang terjadi sebelum rekaman yang saat ini beredar secara daring itu,” katanya.

Para anggota Kongres yang mewakili Minnesota ikut hadir dalam konferensi pers pada sore hari dan mengisyaratkan bahwa dukungan mereka terhadap rancangan undang-undang pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mulai melemah. Mereka juga mengeluhkan apa yang mereka sebut sebagai “narasi yang sudah ditentukan sebelumnya” oleh Noem.

“Kami sekali lagi diminta untuk menyangkal apa yang kami lihat dengan mata kepala kami sendiri,” kata anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Kelly Morrison. “Kami menyaksikan video agen federal bertopeng menembak Alex berkali-kali dari belakang saat ia ditahan oleh lebih dari enam agen federal bertopeng lainnya.”

Jaksa Agung Pam Bondi mengatakan kepada Fox News bahwa Departemen Kehakiman telah mengirim surat kepada Walz yang menyatakan bahwa ia “seharusnya mendukung Presiden Trump, seharusnya mendukung para pria dan perempuan penegak hukum. Karena jika dia tidak melakukannya, kami yang akan melakukannya.”

“Masyarakat Minnesota dan aparat penegak hukum Minnesota yang terus-menerus direndahkan oleh pemerintahan ini akan tetap menjadi pihak yang dewasa, profesional, dan manusiawi untuk menjaga perdamaian,” kata Walz dalam konferensi pers terpisah.

Pada Sabtu, aparat menembakkan gas air mata ke arah para demonstran yang marah atas taktik agresif dalam operasi penegakan imigrasi federal. O’Hara mengatakan para pejabat sedang menyiapkan zona demonstrasi dengan menutup akses kendaraan untuk mengendalikan kerusuhan yang dipicu oleh penembakan tersebut, yang kini juga melibatkan pelemparan botol kaca dan bongkahan es.

Liga Bola Basket Nasional (NBA) menunda pertandingan Sabtu malam antara Minnesota Timberwolves dan Golden State Warriors di Target Center, Minneapolis. Pertandingan tersebut dijadwalkan ulang pada Minggu.

Garda Nasional Minnesota “telah dimobilisasi dari status siaga menjadi dukungan aktif” atas perintah Walz, kata juru bicara Garda Nasional Angkatan Darat, Mayor Andrea Tsuchiya, dalam pernyataan tertulis. Ia menyebut Garda Nasional akan membantu kepolisian setempat dalam melindungi gedung federal kota serta lokasi penembakan.

“Sebagian besar dari apa yang kalian saksikan ini adalah PENUTUPAN atas Pencurian dan Penipuan,” tulis Trump dalam unggahan media sosialnya, merujuk pada kasus penipuan di tingkat negara bagian yang diduga sebagian dilakukan oleh imigran Somalia. “Wali Kota dan Gubernur menghasut Pemberontakan dengan retorika mereka yang pongah, berbahaya, dan arogan!”

Kehadiran aparat federal telah menyebabkan setidaknya satu warga Amerika lainnya tewas akibat tembakan, yakni Renee Good, yang ditembak mati oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) saat dihentikan karena sebagian menghalangi jalan dengan mobilnya. Petugas mengklaim Good berusaha menabraknya. Agen federal juga menggunakan gas air mata dan teknik pengendalian massa keras lainnya untuk membubarkan demonstrasi, namun tindakan tersebut justru memicu kemarahan warga.

“Tuntutan kami hari ini adalah agar lembaga-lembaga federal yang beroperasi di kota kami melakukannya dengan disiplin, kemanusiaan, dan integritas yang sama seperti yang dituntut dari penegakan hukum yang efektif di negara ini,” kata O’Hara, seraya mengimbau para demonstran “untuk tetap damai.”

Para demonstran berkumpul dan meneriakkan makian ke arah petugas federal, menyebut mereka “pengecut” dan meminta mereka pulang. Sebagian demonstran juga meneriakkan nama Good. Seorang petugas menanggapi dengan nada mengejek saat berjalan menjauh, dengan mengatakan, “Boo hoo,” menurut laporan Associated Press. Di lokasi lain, para agen mendorong seorang demonstran yang berteriak masuk ke dalam mobil.

O’Hara dan Frey, bersama Walz, sama-sama menyerukan agar Trump menghentikan operasi tersebut.

“Berapa banyak lagi warga, berapa banyak lagi orang Amerika yang harus meninggal atau terluka parah agar operasi ini dihentikan? Berapa banyak lagi nyawa yang harus hilang sebelum pemerintahan ini menyadari bahwa narasi politik dan partisan tidak lebih penting daripada nilai-nilai Amerika?” kata Frey.

Pemerintahan Trump juga memperluas penindakan imigrasi ke negara bagian Maine, dengan fokus pada penangkapan imigran asal Somalia—kelompok yang sama yang menjadi latar belakang operasi Trump di Minnesota.

Sejumlah warga Amerika keturunan Somalia terlibat dalam kasus penipuan layanan sosial berskala besar yang sedang ditangani otoritas Minnesota, yang kemudian digunakan Gedung Putih sebagai alasan untuk memulai operasi penindakan tersebut. Trump sebelumnya menyebut warga Somalia sebagai “sampah” dan menuntut pemulangan mereka dari AS, meskipun banyak di antara mereka merupakan warga negara AS.

“Kepada Presiden Trump: ini adalah saatnya bertindak sebagai seorang pemimpin, mengutamakan Minneapolis, mengutamakan Amerika dalam momen ini, dan mencapai perdamaian,” kata Frey. “Mari kita akhiri operasi ini. Dan saya katakan kepada Anda, kota kami akan pulih. Keamanan akan dipulihkan. Kami meminta Anda bertindak sekarang untuk menarik para agen federal ini.”

O’Hara mengatakan ia telah meminta Biro Penyelidikan Kriminal negara bagian (Bureau of Criminal Apprehension) untuk menyelidiki penembakan tersebut.

Walz secara terpisah mengatakan bahwa ia telah meminta kepala staf Gedung Putih untuk menghentikan operasi federal di negaranya dan menegaskan bahwa otoritas Minnesota seharusnya memimpin penyelidikan.

“Saya baru saja berbicara dengan Gedung Putih setelah satu lagi penembakan mengerikan oleh agen federal pagi ini,” tulis Walz dalam unggahan di platform X. “Minnesota sudah cukup. Ini menjijikkan.”

(bbn)

No more pages