Trump Mulai Investigasi Global demi Hidupkan Kembali Tarif Impor
News
12 March 2026 08:10

Hadriana Lowenkron dan Catherine Lucey - Bloomberg News
Bloomberg, Pemerintahan Presiden AS Donald Trump resmi memulai investigasi perdagangan perdana dari serangkaian penyelidikan besar yang dirancang untuk menjadi landasan pengenaan tarif baru. Langkah ini merupakan upaya pusat dari Gedung Putih untuk menggantikan bea impor yang sebelumnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS.
Perwakilan Dagang AS (US Trade Representative/USTR) Jamieson Greer mengumumkan pada Rabu (11/3) bahwa kantornya akan memulai penyelidikan terhadap lebih dari belasan negara. Penyelidikan ini menggunakan Pasal 301 dari Undang-Undang Perdagangan yang berfokus pada dugaan kelebihan kapasitas manufaktur.
Investigasi ini biasanya memakan waktu berbulan-bulan dan menjadi syarat wajib bagi presiden untuk secara sepihak menetapkan bea masuk terhadap negara yang dianggap menjalankan praktik perdagangan tidak adil. Daftar negara yang akan diselidiki mencakup mitra dagang terbesar AS, mulai dari China, Uni Eropa, Meksiko, India, Jepang, Korea Selatan, hingga Taiwan.
Selain itu, negara-negara lain seperti Swiss, Norwegia, Singapura, Thailand, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Bangladesh, termasuk Indonesia, juga masuk dalam radar investigasi ini.



























